Gubernur Dan Bupati Panen Perdana Padi di Kairatu

by
Gubernur bersama istrinya dan Bupati SBB menggelar panen perdana padi di Desa Waimital Kecamatan Kairatu Kabupaten SBB, Rabu (16/8). FOTO : DIT (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Gubernur Maluku Said Assagaff bersama Bupati Seram Bagian Barat (SBB) M. Yasin Payapo, melakukan panen perdana padi di Desa Waimital  Kecamatan Kairatu Kabupaten SBB pada Rabu (16/8).  Panen ini dilakukan gubernur dan bupati pada lahan tanah seluas 554 hektar. Gubernur dan bupati secara simbolis memotong padi yang menguning di lahan sawah.

Pantauan Terasmaluku.com, panen raya  ini mendapat perhatian serius dari warga dan petani di wilayah itu. Sebelum panen  dilakukan, Assagaff menyempatkan diri memberi bantuan berupa bibit tanaman kepada masyarakat di Desa Waimital.

Gubernur mengatakan, dari sektor pangan khususnya beras, Maluku masih mengalami kekurangan cukup signifikan. Karena setiap tahun, kekurangannya mencapai 30 ribu ton untuk komsumsi masyarakat.Dari data yang dimiliki pemerintah, Provinsi Maluku saat ini baru siap pada angka 99 ribu ton.

“Selama ini kita datangkan beras untuk masyarakat di Maluku, berasal dari Pulau Jawa,” ungkap Gubernur. Sehingga Pemerintah Maluku sudah menginisiasi Pulau Seram dan Pulau Buru sebagai daerah penghasil padi.

Sementara Bupati SBB, Yasin Payapo memberi apresiasi kepada masyarakat, karena sudah mau menjalankan program yang sesuai dengan target pemerintah. “Selain padi, Pemerintah SBB juga sudah berencana untuk menanam sejuta pohon jagung dan kelapa.

“Saat ini Dinas Pertanian SBB sedang melakukan pemetaan lahan untuk proses penanaman,” katanya.  Dari data yang dimiliki, luas lahan sawah irigasi di Maluku sebanyak 20 ribu hektar, dengan produksi beras daerah 99 ton atau 46 persen, dari kebutuhan masyarakat Maluku yang mencapai 128, 68 ton.

Sedangkan luas lahan sawah irigasi di Seram Bagian Barat, seluas 945 hektar, dengan produksi 3.875 ton atau 84, 3 persen. Pada sisi lain, swasembada beras untuk Maluku, ditargetkan bisa tercapai di tahun 2019 mendatang. (DIT)