Gubernur dan Ketum Golkar Ikut TradisiTangkap Ikan Dalam Pesona Meti Kei

by
Tangkap Ikan di Pesona Meti Kei

LANGGUR_Gubernur Maluku Said Assagaff dan Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) mengikuti ritual tangkap ikan secara tradisional atau disebut masyarakat setempat, “Tarik Tali” yang berlangsung di Desa Revav Kei Kecil Timur Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Maluku Rabu (19/10).
Gubernur bersama Setnov yang juga anggota DPR RI itu didampingi Bupati Maluku Tenggara Andrias Rentanubun, bersama pejabat lainnya membaur dengan warga,menangkap ikan bersama. Ritual tangkap ikan ini merupakan rangkaian kegiatan Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2016 di Kepulauan Kei Kabupaten Malra yang berlangsung sejak 8 hingga 22 Oktober ini. Begitu tiba di Desa Revav ini, Gubernur dan Setnov langsung disambut warga dan diberikan alat tangkap ikan tradisional untuk menangkap ikan secara tradisional saat Mei Kei tersebut.
Dalam tradisi warga setempat, saat Meti Kei atau air pasang besar, warga langsung menangkap ikan yang terperangkap jaring dan daun kelapa itu. Ikan – ikan yang terperangkap itu langsung ditangkap Gubernur dan Setnov. Hasil tangkapan mereka langsung dibakar dan makan bersama dengan warga di pantai desa itu.
Gubernur menyatakan, ritual “Tarik Tali” harus terus dijaga sebagai warisan budaya lokal dan perlu dikembangkan. “Kegiatan ini juga menjadi salah satu bagian dari upaya untuk menjaga keutuhan serta penghormatan terhadap nilai-nilai adat. Hal ini baik sehingga harus tetap dilestarikan,”katanya.Selain itu, tradisi Meti Kei ini juga untuk mempromosikan potensi wisata di Malra yang kaya akan berbagai pesona wisata alam, pantai, goa serta wisata lainnya.
Sementara warga Kei menyatakan kegembiraan mereka, meski baru pertama kali ritual “Tarik tali” dilakukan namun dihadiri langsung gubernur serta Ketum DPP Partai Golkar, sehingga menambah semarak ritual tersebut.
Warga juga mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Malra yang mengangkat budaya dan tradisi masyarakat Kepulauan Kei agar lebih dikenal luas. “ Kami berharap ritual dan tradisi budaya di daerah ini terus dikembangkan, jangan berhenti, agar (Kepulauan Kei dikenal dimata dunia dengan kearifan budayanya yang tetap terjaga sampai saat ini,” kata warga Desa Revav, Ivan Rahabav. (GUS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *