Gubernur Jamin Stok Kebutuhan Pokok Jelang Lebaran Aman

by
Maritje Lopulalan didampingi Kadis Perindag Maluku membuka pasar murah lebaran, Selasa (13/6). FOTO : IAN (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,AMBON-Gubernur Maluku, Said Assagaff menegaskan, stok kebutuhan pokok masyarakat di daerah ini menjelang Lebaran Idul Fitri 1438 H, masih tersedia dalam jumlah yang cukup. Penegasan ini disampaikan Gubernur Assagaff, dalam sambutan tertulisnya yang  dibacakan Asisten II Bidang Kesejahteraan Sosial dan Administrasi Setda Maluku Maritje Lopulalan, saat membuka Pasar Murah/Bazaar Menyambut Hari Idul Fitri 1483 H, di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku (Promal)  Selasa (13/6).

Ketersediaan stok ini, disebut Gubernur, berkat kerja sama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, melalui Disperindag Promal, yang telah membangun koordinasi secara terus menerus dengan beberapa kota besar di provinsi lainnya di Indonesia, antara lain Surabaya, Makassar dan Manado. “Kerja sama dengan kota-kota yang merupakan pusat-pusat akumulasi distribusi kebutuhan pokok masyarakat di Kawasan Timur Indonesia ini, untuk memperlancar arus distribusi kebutuhan pokok masyarakat ke Provinsi Maluku,” terangnya.

Gubernur mengakui, beberapa hari terakhir, terjadi kenaikan harga terhadap beberapa produk kebutuhan masyarakat, namun masih dalam batas yang wajar. “Selain kegiatan Pasar Murah yang dilaksanakan di  Kantor Disperindag, kita juga akan melaksanakan kegiatan yang sama secara mobile, pada tanggal 14 dan 15 Juni 2017, di kecamatan, Leihitu dan Salahutu,” ungkapnya.

Dengan demikian, Assagaff harapkan, melalui pasar murah ini, baik yang dilaksanakan di  Kantor Disperindag maupun secara mobile, akan dapat membantu masyarakat, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang murah.

Ia juga mengingatkan, kepada distributor, para pedagang pengecer, dan pihak lainnya, agar tidak melakukan kegiatan spekulasi tertentu, sehingga dapat menyebabkan terjadi lonjakan harga yang tidak wajar, yang pada akhirnya dapat merugikan masyarakat. “Melalui pasar murah, sebenarnya pemerintah dapat berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat dan dapat memahami kondisi pemenuhan kebutuhan hidup keluarga,” katanya.

Semakin tinggi tingkat permintaan akan salah satu produk, dan semakin tinggi daya beli di pasar murah, menurut Assagaff, merupakan indikator penunjuk meningkatnya kesejahteraan masyarakat, sehingga dari situ pemerintah dapat mengkaji langkah kebijakan yang akan dibuat.

Sementara itu  Kepala Disperindag Provinsi Maluku Elvis Pattiselanno mengatakan, pasar murah yang digelar hingga Jumat (16/6) ini  juga untuk memberikan kesempatan kepada para pengusaha dan distributor, agar berpartisipasi membantu Pemerintah Daerah Maluku, dengan menjual kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang terjangkau.

“Tujuan lainnya dari digelarnya pasar murah ini, agar meringankan beban masyarakat, terutama kaum Muslimin, untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, dalam menyambut Idul Fitri 1438 H, tahun 2017,” ungkap Pattiselanno.

Menurut dia, ada 11 distributor dan Dolog Drive Maluku yang berpartisipasi pada pasar murah, dengan komoditi yang dijual diantaranya, telur ayam, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, susu kental manis, mie instan, mentega, dan beras serta beberapa kebutuhan pokok lainnya. (IAN)