Gubernur Lantik Bupati Malra Dan Walikota Tual  

by
Gubernur Maluku Said Assagaff melantik Bupati dan Wakil Bupati Malra serta Walikota dan Wakil Walikota Tual di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Rabu (31/10/2018). FOTO : RUS

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Gubernur Maluku Said Assagaff melantik dan mengambil sumpah pasangan Muhammad Thaher Hanubun–Petrus Beruatwarin dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) dan Adam Rahayaan- Usman Tamnge sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tual periode 2018-2023 di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku,Rabu (31/10/2018)

Pelantikan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri). SK Mendagri dibacakan Karo Pemerintahan Setda Maluku Jasmono Nando. Gubernur dalam sambutannya mengatakan, pembelaan masyarakat terhadap pilihan politik yang berbeda,adalah buah dari proses politik semasa Pilkada 27 Juni 2018 dan itu sesuatu yang normal. “Saya  berharap, kedua pasangan kepala daerah ini, bersikap bijak terhadap fenomena sosial politik itu,”kata Assagaf.

Assagaff mengatakan saat Pilkada, pasangan ini  diusung oleh partai politik, tetapi  setelah pelantikan, pasangan ini adalah kepala daerah milik masyarakat Malra dan Kota Tual. Terpolarisasinya para elit dan masyarakat akar rumput, adalah blok-blok kepentingan yang saling bersinggungan,  maka mesti segera  dihapus demi hanya satu kepentingan yaitu kepentingan membangun daerah menjadi lebih maju,bagi kesejahteraan dan kesejahteraan dalam kemajuan.

Gubernur Assagaff mengungkapkan, Kabupaten Malra dan Kota Tual adalah daerah otonom yang punya kedekatan khusus, baik itu kedekatan batas daerah,mobilitas masyarakat sehari-hari, sampai dengan hubungan kedekatan kekeluargaan sehari-hari maupun adat wilayah.

Kehidupan ini, menurut  Gubernur, mesti dilihat sebagai sebuah potensi dan kekuatan yang besar yang harus digerakkan secara sinergis ,guna mendorong percepatan pembangunan. “Saya ingin berpesan kepada pimpinan kedua daerah,untuk melahirkan proses kerjsama,antara daerah yang saling menguntungkan,”kata Gubernur.

Gubernur menambahkan,potensi yang ada disatu daerah mungkin tidak ada di daerah yang lain, begitu juga sebaliknya.  Saling melengkapi dan saling memberdayakan, adalah kunci sukses bersama, kedua basudara yang hidup diatas Bumi Larvul Ngabal. “Saya ingatkan, hukum adat yang saudara-saudara pegang adalah warisan dunua yang mesti dijaga dan dipelihara. Manfaatkan secara bijak ,demi kemajuan daerah dan bukan menghambat gerak pembangunan,”ungkap Gubernur.

Sebelum pelantikan dan pengambilan sumpah, dibacakan surat keputusan Mendagri tentang, pemberhentian Bupati Malra Anderias Rentanubun masa jabatan 2013-2018, terhitung masa akhir jabatannya tanggal  31 Oktober 2018. Dan juga dibacakan, Keputusan Mendagri tentang, pemberhentian Wakil Bupati Malra Yunus Serang,masa jabatan 2013-2018 terhitung sejak ditetapkan sebagai calon Wakil Walikota Tual. Selain itu dibacakan SK Mendagri tentang ,pemberhentian Wakil Walikota Tual Abdul Hamid Rahayaan, sisa masa jabatan 2013-2018.

Usia pelantikan Bupati, Wakil Bupati Malra, Walikota dan Wakil Walikota Tual, juga dilantik Ketua Tim PKK Kabupaten Malra dan Kota Tual. Sekaligus pengukuhan Ketua-Ketua Dekranasda tingkat kabupaten dan kota yang belum sempat dilantik Ketua Dekranasda Provinsi Maluku Retty Assagaff.(ADI)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *