Gubernur Letakkan Batu Pertama Ponpes Tebuireng Cabang Ambon

by
Pembina Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Dr. Ir. K.H Salahuddin Wahid (Gus Solah) bersama Gubernur Maluku Said Assagaff di Wara, Air Kuning, Ambon, Rabu (5/4/). FOTO : HUMAS PEMPROV MALUKU

TERASMALUKU.COM,AMBON-Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang, segera dibangun di Kota Ambon. Peletakan batu pertama pembangunan ponpes terkemuka ini, dilakukan Pembina Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Dr. Ir. K.H Salahuddin Wahid (Gus Solah) dan Gubernur Maluku Said Assagaff di kawasan Wara, Air Kuning, Ambon, Rabu (5/4/).

“Pembangunan Pondok Pesantren Tebuireng 11 Cabang Ambon ini, sangat kita apresiasi. Kehadirannya sangat kita butuhkan,” ujar Gubernur usai peletakan batu pertama, yang juga dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Fesal Musaad, dan mantan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama (Kakanwil Depag) Maluku. Mohammad  Atamimi. Kehadiran Ponpes Tebuireng ini disebut Assagaff, sangat penting untuk anak-anak di Pulau Ambon.

Bahkan jika kelak Ponpes ini berkembang, maka tidak menutup kemungkinan anak-anak dari luar Pulau Ambon, juga bisa menimba ilmu pada Ponpes tersebut. “Menurut saya ini suatu langkah luar biasa. Di mana mantan Kakanwil Depag Maluku Pak Atamimi, mau mewakafkan satu hektare tanah untuk membangun pesantren di Kota Ambon ini,” ujar Assagaff.

Dia juga berkeinginan, Pemerintah Daerah Provinsi Maluku bisa ikut membantu. “Kita wajib membantu agar kelak anak-anak kita bisa berada di pesantren ternama ini dan mengikuti pendidikan serta mendapat pendidikan dengan kualitas yang lebih baik,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Ponpes Tebuireng adalah salah satu pesantren terbesar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pesantren ini didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada tahun 1899.  Selain materi pelajaran mengenai pengetahuan agama Islam, ilmu syari’at, dan bahasa Arab, pelajaran umum juga dimasukkan ke dalam struktur kurikulum pengajarannya. Pesantren Tebuireng telah banyak memberikan konstribusi dan sumbangan kepada masyarakat luas baik, terutama dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia.

Pesantren ini didirikan setelah Asy’ari pulang dari pengembaraannya menuntut ilmu di berbagai pondok pesantren terkemuka dan di tanah Mekkah, untuk mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya.  Saat ini, keberadaan Pondok Pesantren Tebuireng yang diasuh Gus Solah ini, telah berkembang dengan baik dan semakin mendapat perhatian dari masyarakat luas.

Gus Solah sendiri dikenal sebagai seorang aktivis, ulama, politisi, dan tokoh Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia. Ia pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada masa awal reformasi 1998. Salahuddin juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komnas HAM. Bersama kandidat presiden Wiranto.(IAN)