Gubernur Maluku Beri Tanggapan Keliru Soal Unjuk Rasa Pemuda MBD

by

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Para pengunjuk rasa asal Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) sebut tanggapan Gubernur Maluku, Murad Ismail dalam berita Selasa 22 September 2020 keliru. Bahkan itu dinilai salah substansi atau konteks dengan apa yang mereka serukan dalam lima (5) poin tuntutan di depan Kantor Gubernur pada Senin 21 Septermber 2020.

Pernyataan Gubernur dalam berita berjudul ‘Orang yang demo Blok Masela tak ingin Maluku maju’ di salah satu media daring disebut tidak sesuai dengan tujuan aksi.

BACA JUGA : Tanggapi Aksi unjuk Rasa Soal Blok Masela, Ini Kata Gubernur Maluku

“Kami ingin meluruskan apa yang menjadi subtansi aksi yang di gelar pada senin 21 september 2020 bahwasanya hal yang di sampaikan oleh bapak gubernur sangatlah tidak sesuai dengan tujuan aksi yang kami lakukan,” ujar Koordinator Lapangan, Jhon Keruna dalam konfrensi pers sore tadi, (23/9/2020).

Bersama dengan beberapa anggota pengunjuk rasa mereka tegas menanggapi komentar Gubernur Maluku yang dinilai jauh dari akar masalah yang mereka bawa. Dalam berita tersebut gubernur menyatakan bahwa siapa mau demo lagi, kalau mau demo salah sendiri karena ini bukan daerah tertentu. Ini seluruh Maluku di 11 kabupaten/kota yang harus kita bangun bukan hanya satu kabupaten. Jika ada yang demo terkait masela maka orang itu tidak ingin kalau Maluku maju.

Hal itu, lanjut Jhon, keliru dengan tuntutan aksi. “Kami memandang bahwa bapak gubernur sangat keliru dalam menyikapi tuntutan massa aksi kemarin. Aksi yang kemarin digelar oleh kami atas nama Masyarakat Adat Maluku Barat Daya adalah menolak analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) Blok Masela yang dinilai mendiskriminasikan daerah MBD, secara khusus pada pulau Babar, Wetang, Masela, Luang Sermatang dan pulau-pulau sekitarnya,” lanjut dia.

Untuk lebih jelas, duduk masalah yang mereka bawa adalah memprotes ketiadaan MBD dalam Amdal sebagai daerah terdampak. Sementara hasil kajian membuktikan Kabupaten MBD khusus pada beberapa daerah tersebut di atas terkena imbas eksplorasi PT. Inpex.

Loading...

Dalam aksi unjuk rasa, para pemuda pun tidak menyerukan penolakan terhadap aktivitas perusahaan di Maluku. Karena itu mereka heran dan bingung dengan pernyataan balik gubernur Maluku yang jauh api dari panggang.

Padahal usai berunjuk rasa mereka sempat bertemu dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku beserta Kesbangpol. Pada pertemuan itu maksud tuntutan juga mereka sampaikan dan telah dijanjikan bertemu Sekda Maluku, Kasrul Selang pada Jumat.

BACA JUGA : Gagal Temui Gubernur, Pemuda MBD Dijanjikan Rapat dengan Sekda Maluku Jumat

“Jika mengacu pada kajian oleh Ikatan Intelektul Maluku Barat Daya (ITAMALDA) yang di ketuai prof. Dr. A. Watloly, maka MBD merupakan kabupaten yang sangat terdampak ketika blok Masela beroperasi pada tahun 2027,” jelasnya.

Mereka lantas menyampikan penegasan aksi pada Senin sekaligus menanggapi pernyataan Gubernur Maluku Murad Ismail yang keliru.

  1. Aksi yang kemarin kami lakukan adalah terkait meminta agar Kabupaten Maluku barat daya dimasukan sebagai daerah terdampak dalam Kajian Inpex.
  2. Aksi yang kemarin kami lakukan bukanlah aksi untuk menolak eksloitasi blok masela tetapi lebih kepada upaya perlindungan lingkungan saat pengoprasionalan proyek yang akan terjadi di sekitaran wilayah Maluku barat daya yang dapat berdampak pada beberapa wilaya MBD seperti pulau masela, babar, Wetang dan sekitarnya.
  3. Aksi yang kami lakukan kemarin adalah juga  untuk meminta kepada pihak PT. inpex serta pemerintah provinsi Maluku dan juga pemerintah pusat agar dalam setiap  pertemuan resmi harus melibatkan pemda MBD.

Untuk diketahui, dalam unjuk rasa di awal minggu itu, mereka bersih keras ingin bertemu langsung dengang gubernur dan menyampaikan tuntutan mereka. Pasalnya sejak ada kajian Amdal,  MBD tidak masuk ddi dalamnya.

Mereka berharap pertemuan itu nantinya, gubernur dapat memperjuangkan MBD masuk dalam Amdal. Hal itu meningat ada sederet dampak lingkungan di kemudian hari oleh perusahaan jika tidak mendapat perhatian serius. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *