Gubernur Maluku Dapat Obat Pasien Covid-19, Seperti Apa Khasiatnya?

by
Gubernur Maluku, Murad Ismail memperlihatkan obat yang pemberian donatur dari Wuhan yang rencananya akan dibagi ke pasien yang terpapar virus corona, Senin (1/5/2020). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, –  Gubernur Maluku Murad Ismail bakal membagi obat herbal yang dikirim langsung dari Wuhan, Tiongkok kepada pasien terkonfirmasi positif. Obat dengan nama Lianhua Qingwen itu merupakan obat  yang sama digunakan kali pertama obati SARS pada 2003 silam. Dan kini mulai digunakan terhadap virus corona. Seperti apa cara kerjanya, berikut ulasannya.

Sumbangan obat itu berasal dari donatur jejaring Gubernur Maluku, Murad Ismail. Totalnya ada 1.200 bungkus. “Ini dibagi untuk mereka yang terpapar juga yang bleum. Buat jaga kondisi,” jelas Murad, Rabu (3/6/2020),

Murad menambahkan obat itu tergolong obat herbal. Atau punya bahan-bahan aktif natural non-kimia. Di tempat asalanya, Wuhan Tiongkok, kata Murad obat ini telah banyak dikonsumsi. Ia digunakan untuk mengobati gejala yang muncul di saluran pernapasan serta untuk melawan virus corona.

 

Bahkan sudah ada klaim keberhasilan. Untuk itu, dia berharap obat tersebut juga bisa menjadi komplementari memulihkan kondisi mereka yang terpapar covid-19 maupun yang belum. “Makan obatnya sehari tiga kali, kalau yang belum terpapar itu dua saja. Ini obat herbal,” katanya lagi.

Untuk memastikan obat dengan kemasan bertuliskan huruf mandarin itu, Terasmaluku.com mencoba menelusurinya. Obat itu namanya, Lianhua Qingwen capsules dari produsen obat Yiling Pharmaceutical.

Wartawan mencoba bertanya pada salah seorang pemilik apotik keturunan Tionghoa di Ambon. Dengan lup, dia mengeluarkan kertas berisi khasiat obat yang semuanya menggunakan huruf Mandarin. Ternyata, pria paruh baya pemilik toko obat itu juga punya obat serupa. Dia dapat dari sang anak yang lebih dulu mengkonsumsinya jauh sebelum ada Covid-19. “O, beta punya ada. Ini anak yang beli. Obat ini dipake untuk obati SARS sudah dari 2003 ini obat,” jelasnya.

Loading...

Dia lalu menerjemahkan tulisan pada kertas pembungkus di dalam dus obat. Katanya obat tersebut berkhasiat mengobati panas, demam, batuk dan flu serta gangguan di saluran pernapasan tertentu.

Obat itu, katanya lagi, lebih dulu tenar saat SARS melanda Tiongkok pada 2002 dan terus menyebar. Namun dari pengalaman pribadi anggota keluarganya, obat tersebut tak banyak memberi kesembuhan pada beberapa gejela di atas.

 

Dirinya pun mengaku kaget obat ini kembali dijual dan disebut bisa obati covid-19. Namun yang dia ketahui dari pengalamn pribadinya, obat tersebut tak cukup ampuh obati gejala-gejela serupa pada Covid-19. “Beta ada liat ada yang jual Rp 50.000 ada yang jual Rp 100.000. Kalau di shopee itu sampe Rp 250.000. Ini seng tahu mana yang betul,” katanya singkat.

Pada beberapa studi kesehatan dan pemberitaan merinci hal yang sama persis dengan yang disebut pemilik toko obat itu. Misalnya, studi tahun 2017 dalam China Journal of Chinese Materia Medica serta Studi tahun 2014 dalam jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine.

Dalam riset dan uji coba di kedua studi itu membuktikan obat tersebut efektif meredakan gejala flu. Gejala itu sakit kepala, batuk, rasa sakit di badan, rasa lemah, dan demam. Juga laporan jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, yang menemukan potensi efektivitas Lianhua Qingwen untuk tangani penyakit paru obstruktif kronis eksaserbasi akut.

Mengutip langsung dari media daring negeri tirai bambu dengan pilihan bilingual, China News Service, Lianhua Qingwen adalah jenis obat yang dipakai melawan pandemi di beberapa rumah sakit darurat di Wuhan, Provinsi Hubei. Dalam situs tersebut juga dituliskan kandungan aktif dalam obat bisa secara signifikan menghambat replikasi virus corona baru dan melawan peradangan.

Donasi obat kepada Gubernur Maluku itu diharapkan dapat menekan angka konfirmasi dan meringankan gejala-gejala penyerta virus corona. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *