Gubernur Maluku Orang Pertama Divaksinasi Meski tekanan Darah Sempat Tinggi

by
Gubernur Maluku Murad Ismail menjadi orang pertama di Maluku yang menerima vaksin yang berlangsung di RSUP dr J. Leimena, Jumat (15/1/2021). FOTO : PRISKA BIRAHY

TERAS MALUKU. COM, AMBON, – Gubernur Maluku Murad Ismail akhirnya berhasil menjadi orang pertama di Maluku yang menerima vaksin dalam program vaksinasi massal yang berlangsung di RSUP dr J. Leimena, Jumat (15/1/2021).

Saat pemeriksaan kesehatan pada meja I, tekanan darah Murad melebihi batas yang ditetapkan. Oleh petugas Gubernur Maluku itu lantas diminta beristirahat sejenak untuk kembali dicek tekanan darah sebelum akhirnya divaksin. Gubernur baru tiba di dari Jakarta, Kamis pagi dan langsung ikut vaksin.

Loading...

“Tekanan darah saya 153/88, saya baru dari Jakarta, hanya tidur satu jam dalam perjalanan.  Jadi saya diminta duduk dulu nanti cek ulang baru vaksin. Saya menyesal. Harusnya jadi orang pertama di vaksin,” ungkap Murad menceritakan kekecewaannya saat hampir saja dia bukan jadi orang pertama penerima vaksin di Maluku akibat pemeriksaan tekanan darahnya.

Gubernur Maluku Murad Ismail menjalani serangkaian kesehatan sebelum mendapatkan vaksin covid 19 di RSUP dr J. Leimena, Jumat (15/1/2021).

Meski begitu tak lama setelah Gubernur beristirahat, tim dokter kembali mengecek tekanan darah menggunakan alat tensi manual. Dan hasilnya 130/80. Gubernur kemudian naik ke podium lalu segera bersiap untuk divaksin. Gubernur disuntik vaksin oleh seorang dokter RSUP dr J. Leimena.

Setelah Gubernur Murad, orang kedua yang divaksin adalah Sekda Maluku Kasrul Selang, setelah itu Sekretaris Umum Sinode GPM, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Agus Rohman, serta pejabat lainnya, dan perwakilan tokoh agama dan tokoh pemuda.

Sejumlah pejabat juga sempat ditunda divaksin karena pemeriksaan awal tekanan darah mereka melebihi batas yang ditetapkan, termasuk Pangdam XV/Pattimura Agus Rohman, dan anggota DPRD Maluku Richard Rahakbauw. Namun setelah ditensi secara manual tekanan darah mereka bisa megikuti vaksin covid 19.

Sementara Walikota Ambon Richard Louhenapessy salah satu dari sekian pejabat yang gagal divaksin karena pemeriksaan tekanan darahnya melebihi ambang batas, serta usianya diatas 60 tahun.

Gubernur mengatakan tak ada reaksi apapun atau sensasi berbeda usai divaksin. Bahkan 30 menit setelahnya semua berjalan baik bahkan Murad pun memberikan keterangan pers bersama Sekretaris Umum Sinode GPM dan Pangdam. “Alhamdulillah syukur kita orang pertama kena vaksin. Memang kita harus duluan biar layani masyarakat dengan baik, “terangnya.

Gubernur meminta masyarakat tidak boleh takut dan ragu untuk divaksin. Vaksin ini sangat penting sebagai upaya penanganan dan pencegahan penularan covid -19.

“Vaksin aman dan halal, tidak rasa sakit, malah lebih sakit infus karena jarumnya besar, kalau ini jarumnya kecil. Vaksin ini harus kita sukseskan sebagai upaya penanganan covid 19,” kata Murad. (PRISKA BIRAHY)