Gubernur Minta Sekolah Belajar Tatap Muka, Disdikbud Maluku Cek Kesiapan Sekolah

by
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Insun Sangadji

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Menanggapi permintaan Gubernur Maluku, Murad Ismail agar pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Ambon sudah bisa dilakukan kembali, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Maluku kini melakukan pengecekan kesiapan sekolah.

BACA JUGA : Tempat Hiburan Dibuka, Gubernur Maluku Minta Sekolah Juga Dibuka

BACA JUGA : Walikota : Belajar Tatap Muka di Ambon Bila Vaksinasi Capai 70 Persen

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Insun Sangadji menjelaskan, untuk sekolah dibawah naungan Disdikbud Provinsi Maluku meliputi SMA, SMK dan SLB, saat ini kesiapan dari sekolah untuk belajar tatap muka sedang dilakukan pengecekan disamping juga koordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19.

Apalagi saat ini Ambon sudah masuk PPKM Level 3 sehingga PTM sudah bisa dilakukan dan tentunya berpedoman dengan SKB empat menteri.

“Jadi sekolah-sekolah SMA, SMK dan SLB mereka harus melaporkan ke Dinas mereka sudah siap bagaimana. Nanti kita (dinas) juga akan cek, tetap kita cek, saya akan turun lapangan, tadi saya instruksikan kepada kepala bidang untuk memanggil Ketua MKKS untuk bicara supaya mengundang semua kepala sekolah (SMA/SMK/SLB) untuk kita diskusi bersama seperti apa (kesiapannya sekolah),”terangnya menjawab terasmaluku.com, Jumat (27/8/2021).

Selain itu kata Sangadji, sekolah juga harus mensosialisasikan hal ini kepada para orang tua siswa.

“Mereka juga haru sosialisasi kepada orang tua (siswa), kemudian mereka juga harus minta kesediaan orang tua untuk izinkan anaknya ke sekolah. Itu penting,”sambungnya.

Jika ada orang tua yang keberatan anaknya masuk sekolah untuk PTM, kata Sangadji menambahkan maka tidak boleh dipaksa. “Jadi kalau orang tua setuju, dia harus tandatangan surat pernyataan setuju anaknya sekolah tatap muka, kalau tidak setuju tidak boleh dipaksa,”tegasnya.

Selain itu, vaksin juga harus. “Lalu kemudian, anak-anak murid semua harus divaksin. Kan 12 tahun keatas itu sudah mesti divaksin, kalau SMP saja bisa vaksin kenapa SMA tidak bisa. Kita mesti atur dengan Dinas Kesehatan Kota untuk vaksinnya seperti apa,”ujarnya.

Pada prinsipnya PTm di Ambon sudah harus berjalan kembali. “Untuk sekarang ini sekolah-sekolah bikin persiapan dulu. seperti itu dan yang penting kita sudah harus tatap muka, persiapan dilakukan dan tatap muka harus segera dilakukan,”tandasnya. (Ruzady)