Gubernur Minta Tiap Kabupaten Punya Kreasi Bangun Pariwisata

Gubernur Minta Tiap Kabupaten Punya Kreasi Bangun Pariwisata

142
SHARE
Gubernur Maluku Said Assagaff saat membuka Pesta Rakyat Banda Rabu (11/10).

TERASMALUKU.COM,-BANDA-Gubernur Maluku Said Assagaff meminta agar 11 kabupaten kota di Provinsi Maluku, masing-masing harus punya satu kreasi untuk membangun sektor pariwisata dan menarik banyak wisatawan asing maupun lokal, datang ke daerahnya.

Permintaan Gubernur Assagaff tersebut, disampaikannya, saat mengunjungi Pameran Lukisan “Dar Banda” karya M.S. Alwi, dan Pameran Hasil Karya Sketsa Anak-anak Kepulauan Banda, hasil workshop yang dibikin komunitas Sketchwalker dan Maluku Sketchwalk, usai membuka Pesta Rakyat Banda 2017, Rabu (11/10) di Banda  Neira.

Pesta Rakyat Banda disebut Assagaff, harus menjadi event tahunan, karena sudah ada juga Pesta Teluk Ambon, Pesta Meti Kei, Pesta Bupolo, dan nanti ada juga Kataloka Panggil Pulang, pada awal Desember. Dirinya meminta di  Kataloka ditunda awal Desember, akan dihadirnya. “Setiap kabupaten kota harus kreatif. Memikirkan bagaimana membangun pariwisata di kabupaten kotanya masing-masing, daerah kita harus dibangun melalui pariwisata,” imbaunya.

Dengan adanya pembangunan pariwisata di daerah, Assagaff meyakini, pastinya akan dibangun infrastruktur. “Daerah kita hanya dibangun dengan pariwisata. Pariwisata muncul maka infarstruktur dimulai dari jalan, dermaga, lapangan terbang, rumah sakit akan ada di situ,” tutur Assagaff.

Dia pun menambakan, Presiden RI Joko Widodo belum pasti hadir ke Pesta Rakyat Banda, karena baru secara lisan, tapi secara resmi belum dapat.  Ia menyatakan, jika ada kesempatan bertemu dengan Presiden,   akan mengajak kepala negara ke Banda,  baru ke Meti Kei dan Saumlaki, Maluku Tenggara Barat.

“Sampai saat ini masih secara lisan beliau bilang kemungkinan datang di Pesta Meti Kei dan menuju ke Saumlaki. Tapi secara resmi kami belum dapat laporan itu, saya juga kalo dapat kesempatan bertemu dengan beliau, saya pasti akan mengajak beliau ke Banda sebentar baru ke Meti Kei dan Saumlaki,” papar Assagaff.

Menurut Assagaff, Presiden Joko Widodo ingin membangun pariwisata dan pariwisata yang terkenal di dunia ada di sini (Banda). “350 tahun yang lalu mana ada daerah yang terkenal seperti banda? ” tandas Assagaff. (ADI)