Gubernur Murad Didemo Lagi, Giliran Mahasiswa Adat Buru Tuntut Realisasikan Janji Politik

by

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Gelombang protes terhadap Gubernur Maluku, Murad Ismail kembali terjadi pada Jumat (13/8/2021).

Kali ini giliran puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Mahasiswa Adat Buru seruduk kantor Gubernur Maluku di Ambon menuntut agar orang nomor satu di Provinsin Maluku itu realisasikan janji-janji politiknya semasa kampanye tempo hari.

Dikoordinastori Feki Lesnussa, pendemo menuntut Gubernur Murad melegalkan Tambang Emas Gunung Botak di Pulau Buru menjadi tambang rakyat.

“Bapak Gubernur Maluku dimana janji politiknya, pada saat kampanye saat itu memberikan janji kepada rakyat kami di Gunung botak untuk melegalkan gunung botak untuk menjadi tambang rakyat. Tapi sampai saat ini belum bisa di penuhi,”teriak pendemo saat berorasi di pintu masuk halaman kantor Gubernur Maluku Ambon, Jumat yang ditutup rapat.

Apalagi menurut pendemo, jika tambang Gunung Botak dijadikan tambang rakyat, maka akam menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat adat Buru.

Melaui aksi demo ini, mereka menyampaikan tiga point tuntutan.

Pertama, meminta dan menegaskan kepada Gubernur Maluku untuk mengalihkan tambang Gunung Botak sebagai tambang rakyat sesuai dengan janji-janji politiknya atau visi misi di pesta demokrasi politik tahun 2018 di Desa Waegernangan, Kecamatan Lolonggubah, Kabupaten Buru.

Kedua, meminta dan menegaskan kepada Gubernur Maluku untuk memanggil Bupati buru Ramly Umasugi untuk memberi IPR berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Dan ketiga meminta dan menegaskan kepada Gubernur Maluku untuk menyurati Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Direktorat Jenderal mineral dan batubara untuk pengelolaan blok Gunung Botak dan gogorea ditetapkan sebagai WPR Berdasarkan hasil rapat koordinasi Tanggal 22 Januari 2021 Pemerintah Kabupaten Buru. (Ruzady)