Gubernur Pimpin Apel Nusantara Bersatu, Diwarnai Parade Kain Gandong

by

AMBON-Gubernur Maluku Said Assagaff memimpin Apel Nusantara Bersatu di Lapangan Merdeka Ambon, Rabu (30/11) yang melibatkan ribuan orang, aparat TNI/Polri dan siswa-siswi di Ambon.Apel yang juga diihadri Wakil Gubenur Zeth Sahuburua, Muspida Maluku, Penjabat Walikota Ambon, Frans J Papilaya, pimpinan SKPD, tokoh agama dan tokoh masyarakat ini diwarnai Parade Kain Gandong sepanjang 200 meter lebih. Mereka menggunakan ikat kepala merah putih sebagai simbol cinta NKRI.
Pareda Kain Gandong ini dilakukan dengan cara membentang dan melingkari lapangan Merdeka Ambon. Dalam Kain Gandong itu terdapat Gubernur, Pangdam 16 Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo dan Kapolda Maluku Brigjen Ilham Salahudin, Muspida Maluku lainnya dikelilingi ribuan warga itu menyuarakan perdamaian dan toleransi.
Mereka mengajak warga Maluku, untuk menjaga Maluku agar terus kondusif dan saling menjaga antar satu sama lain. Dalam orasi-orasi yang ditampilkan, para tokoh agama dan masyarakat mengajak Indonesia untuk berkaca di Maluku. Menurut mereka, Maluku adalah model terbaik kerukunan antar umat beragama.
Parade Kain Gandong ini sebagai wujud untuk menyatuhkan masyarakat Maluku dan bangsa Indonesia untuk tetap bersatu dan berdamai. Gubernur menyatakan, kegiatan ini dilakukan untuk menunjukan kepada dunia, orang Maluku mempunyai semangat yang besar untuk menjanjikan bangsa Indonesia adalah satu. “Nusantara Bersatu – Mari Kita Jaga dan Rawat Kebhinekaan Indonesia ku, Indonesia mu dan Indonesia Kita Semua. Maluku ku, Maluku mu dan Maluku Katong Samua.“Meskipun kita berbeda, tetapi kita tetap satu. Kita tetap menjunjung Bhineka Tunggal Ika. Kita harus tetap menjaga perdamaian dan kerukunan antar umat,” kata gubernur.
Gubernur menyatakan, apa yang dirasakan orang di daerah lainnya, Maluku juga merasakan hal yang sama. Begitupun sebalinya, apa yang dirasakan Maluku, juga harus dirasakan oleh orang lain. Untuk itu, gubernur berharap, seluruh Bangsa Indonesia di Tanah Air ini tetap menjaga keutuhan bangsanya dari gangguan-gangguan yang tidak dinginkan bersama. Akhir dari kegiatan ini dilakukan dengan joget Tobelo yang dipimpin langsung Gubernur Maluku.(DIT)