Gubernur : Saya Sedih Kenapa Baru Sekarang Jadi Gubernur Maluku

by
Gubernur Maluku Murad Ismail memberikan sambutan saat mencanangkan Gerakan 11 September Kalesang Negeri di Ambon, Jumat (11/9/2020). FOTO : RUZADY ADJIS

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Gubernur Maluku, Murad Ismail mengaku sedih kenapa dia baru sekarang menjadi Gubernur Maluku.

Ternyata alasan Gubernur berkata demikian karena dirinya sangat sedih melihat kondisi hutan di Pulau Seram saat ini setelah dieksploitasi oleh perusahan kayu PT. Cora-Cora Jayanti Group. Sebagaimana diketahui, PT. Cora-Cora Jayanti Group beroperasi di Pulau Seram selama kurang lebih 30 tahun.

“Saya sedih kenapa saya baru menjadi Gubernur Maluku sekarang,”ucapnya saat berikan sambutan pada pencanangan Gerakan 11 September bertemakan Kalesang Negeri, Lingkungan Bersih, Masyarakat Sehat yang dipusatkan di Jalan Jenderal Sudirman Kota Ambon, Jumat (11/9/2020).

Gubernur Murad menceritakan saat itu dirinya berkendara di Pulau Seram dan melihat hutan yang dulunya lebat dan bagus, namun kini telah gundul. Sontak dia pun langsung menyumpahi pemilik perusahan tersebut. Ia bahkan berdoa agar pemilik perusahan yang membuat gundul hutan agar mati masuk neraka.

“Ketika saya naik kendaraan dari Maluku Tengah sampai SBT melewati jalan SS, lewati Wahai, Sawai, saya melihat kita punya hutan yang begitu bagus dulu waktu kita kecil-kecil kok sudah gundul semua. Waktu itu disamping saya, Sam Latuconsina, langsung saya tanya ini siapa yang kasi gundul hutan ini, itu Jayanti. Saya langsung bilang sama Sam, hari ini saya berdoa mudah-mudahan yang punya Jayanti itu masuk neraka ditindis sama kayu-kayu dari Seram itu, mati, bangun lagi ditindis lagi, itu doa saya,”ceritanya dihadapan tamu undangan yang hadiri acara pencanangan tersebut.

Loading...

Karena itu gubernur mengingatkan agar tidak sembrono memberikan izin bagi investor untuk berinvestasi jika alam di Maluku tidak dijaga. Karena Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Maluku saat ini kata gubernur, harus dijaga agar bisa dinikmati oleh anak cucu orang Maluku dikemudian hari.

Dalam sambutannya, Gubernur mengatakan Gerakan 11 September dengan tema Kalesang Negeri, Lingkungan Bersih, Masyarakat Sehat adalah upaya membangun kesadaran seluruh masyarakat untuk peduli dan mencintai lingkungan.

“Untuk itu saya mengapresiasi komunitas masyarakat yang menginisiasi gerakan ini dan saya mengharapkan dukungan penuh pemerintah di berbagai level terhadap kegiatan-kegiatan seperti ini,”ujarnya.

Menurut Gubernur, upaya mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing perlu dilakukan pada semua tingkat mulai dari Bupati/Walikota, para raja, Latupati, Kepala Desa, Lurah, Ketua RT dan RW hingga masyarakat. Karena hanya dengan peran serta masyarakat, kebersihan lingkungan akan terjaga secara berkesinambungan. (RUZADY ADJIS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *