Gubernur Sebut  PKB Miliki Komitmen Keislaman  dan Keindonesiaan Yang Kuat

by
Ketum PKB Muhaimin Iskandar didampingi Gubernur Maluku Said Assagaff membuka Muswil PKB Maluku, Rabu (5/4). FOTO : TERASMALUKU.COM

AMBON – Gubernur Maluku Said Assagaff menilai, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memiliki karakter yang kuat serta komitmen keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, atau beragama secara inklusif, serta keindonesiaan yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Pernyataan tersebut disampaikan Assagaff saat memberikan sambutan pada Musyawarah Wilayah (Muswil) IV Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Maluku di Islamic Center Ambon, Rabu (5/4/).

Dia yakin, Muswil PKB tidak melahirkan kader karbitan, melalui jurus “sim sala bim”, alias “tiba masa, tiba akal”, tetapi harus benar-benar teruji kompetensinya, selain kematangan politik, tetapi juga memiliki karakter dan komitmen yang kuat, sebagaimana yang diajarkan oleh sang pendiri partai ini, yang dikenal sebagai Guru Bangsa KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Untuk itu, menurut Assagaff, Muswil ini tentu sangat penting dan strategis bagi seluruh pengurus dan kader PKB di Provinsi Maluku, guna memantapkan kembali langkah sejarah perjuangan PKB sebagai Partai Islam yang berwawasan nasionalis dalam mengawal perjalanan bangsa dan negara selama hampir dua dekade pasca reformasi.

“Muswil merupakan salah satu instrumen demokrasi yang sangat efektif untuk proses kaderisasi dan penyegaran pengurus partai. Karena itu sebagai salah satu partai besar di Indonesia, yang memiliki kader yang tersebar luas baik di eksekutif seperti menteri maupun legislatif, terniscayakan untuk selalu menyiapkan kader-kader terbaik, salah satunya melalui Muswil ini,” ujarnya.

Dia percaya bahwa musyawarah wilayah yang saat ini dilaksanakan, bukan hanya sebagai wahana memilih pimimpin baru sebagai bentuk regenerasi kepemimpinan di tubuh partai, tetapi juga sebagai momentum untuk melakukan konsolidasi dan memantapkan program-program kerja strategis guna mendukung eksistensi PKB dalam membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat, bangsa dan negera.

”Sebagai partai politik, PKB akan terus diharapkan untuk memberi kontribusi yang nyata dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan dan keumatan yang semakin kompleks dewasa ini. Baik di bidang politik dan pemerintahan, pembangunan ekonomi kerakyatan, penguatan kapasitas sosial budaya dan kearifan lokal, hingga transformasi semangat keberagamaan yang moderat dan toleran,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Assagaff memberikan apresiasi dan penghargaan atas interaksi dan kerjasama yang baik dari para pengurus dan kader PKB, terutama yang sedang mendapat mandat sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Maluku untuk mengawal perjalanan proses pembangunan di Maluku. “Semoga interaksi dan kerjasama yang baik ini, dapat terus ditingkatkan di masa-masa yang akan datang guna mewujudkan kesejahteraan dan kedamaian bagi rakyat Maluku,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Maluku, lanjut Assagaff, senantiasa mengharapkan dukungan dan kerjasama Partai Kebangkitan Bangsa dalam menghadapi pelbagai tantangan pembangunan di Maluku yang semakin kompleks dan dinamis. Apalagi sebagai Provinsi kepulauan terbesar di Indonesia dengan luas laut sekitar 92,4 persen, maka tantangan yang kita hadapi di Provinsi ini tidaklah mudah, jika dibandingkan dengan daerah yang berciri kontinental.

“Karena masalah konektivitas dan aksesibilitas dengan ketersediaan infrastruktur perhubungan yang masih sangat terbatas membuat pembangunan di daerah ini jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan daerah kontinental,” tandasnya.

PKB yang lahir dari rahim Nahdhatul Ulama, yang dikenal sebagai salah satu organisasi Islam pertama dan terbesar di Indonesia, menurut Assagaff, terkenal sangat moderat, diharapkan mampu membawa transformasi nilai-nilai keislaman yang moderat dalam kehidupan politik dan keagamaan, sebagaimana yang telah diperankan oleh Nahdhatul ulama selama ini.

“Apalagi dalam konteks masyarakat Maluku yang multikultur, peran PKB sangatlah penting untuk menghadirkan kehidupan keagamaan yang rukun dan harmonis, saling menghormati dan menghargai satu sama lain,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar berharap melalui Muswil ke-IV Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Maluku 5-6 April 2017 bisa menghasilkan program-program peduli terhadap rakyat. “Kita berharap akan lahir program-program yang peduli terhadap rakyat. PKB lahir dari orang-orang yang terpinggirkan, maka tolonglah orang-orang yang terpinggirkan, orang-orang yang mustadh’afin menjadi prioritas PKB,” ungkap Muhaiman usai membuka dengan resmi Muswil.

Lelaki yang akrab disapa Cak Imin ini katakan juga mengapresiasi kerja keras rekan-rekannya di Maluku, yang meski dengan seluruh keterbatasannya, tapi mampu berbuat yang terbaik bagi negeri ini. “Saya tahu kader PKB rata-rata pas-pasan hidupnya. Dengan seluruh keterbatasan itu, PKB Maluku berhasil memajukan Maluku dengan berkontribusi bagi Indonesia yang lebih baik dan lebih adil dan sejahtera, ” ujarnya. (IAN)