Gugus Tugas Maluku Tunggu Hasil Akurat Labkes Almarhumah Riwayat TBC

by
Tenaga kesehatan yang melakukan uji sampel dengan rapid test. FOTO: Dok. Terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,AMBON, –Pemerintah tengah menanti hasil pemeriksaan swab metode PCR (polymerase chain reaction) pasien yang meninggal degan riwayat TBC asal Talake di RSUD Dr Haulussy Ambon, Jumat (1/5/2020). Sayangnya, tim medis hanya dapat melakukan swab hidung ke pasien lantaran kondisinya telah meninggal dunia sebelum prosedur itu dilakukan. Sampel dari hidung jenazah dikirim ke Laboratorium Kesehatan milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di Jakarta.

BACA JUGA : Jubir Gugus Tugas Tegaskan Pasien Riwayat TBC Yang Meninggal Tetap Ikut Prosedur Covid-19

Hasil itulah yang akan menentukan apakah sampel tersebut positif covid-19 atau negatif. “Saat penanganan sebelum swab lai sudah meninggal jadi hanya bisa swab di hidung. Nah sambil tunggu hasilnya maka semua prosedur dilakukan seperti pasien Covid-19,” terang Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang pada keterangan pers di lantai VI Kantor Gubernur Maluku, Jumat (1/5/2020) sore.

Loading...

Hasil uji lab terhadap swab itu paling cepat diketahui dalam empat hari kedepan. Dia menerangkan sampel harus diuji di Jakarta sambil menunggu ada optimalisasi reagen di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas II Ambon. Reagen merupakan cairan yang digunakan untuk mendukung pengujian tes Covid-19 metode PCR (polymerase chain reaction).

Hal ini pula yang diakui Kasrul sebagai salah satu hambatan untuk melakukan uji lab sejumlah sampel. “Sementara memang ada antri panjang. Terutama sampel-sampel dari hasil tracking pasien 15 itu. Saat ini katong punya PDP ada 13 dan ODP 60. Sudah ada reagen kita tinggal tunggu optimalisasi saja,” jelasnya.

Pihaknya tak memungkiri jika hasil tes cepat dengan alat rapir test adalah reaktif. Namun itu bisa terpengaruh karena almarhum punya riwayat TBC. Tubuh manusia akan bereaksi dengan membentuk antibodi melawan virus apa saja yang masuk. Dengan melalui tes rapid, hal itu sangat bisa terdeteksi dan mengelaurkan hasil yang reaktif.

Sehingga masyarakat diharapkan tidak berasumsi sendiri dan menunggu hasil metode PCR dari laboratorium. Sebab hanya hasil lab PCR-lah yang dapat membuktikan apakah pasien tersebut positif atau negatif Covid-19 dengan tingkat keakuratan di atas 90 persen. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *