Gunung Botak Bersih Dari Penambang Ilegal,Delapan Ribu Diturunkan

by
Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa meninjau lokasi tambang Gunung Botak Kabupaten Buru, Rabu (17/10/2018). FOTO : ADI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-NAMLEA-Lokasi tambang emas di kawasan Gunung Botak Kecamatan Lolong Guba Kabupaten Buru bersih dari aktivitas penambang  emas ilegal. Sekitar 8.000 penambang emas ilegal dari berbagai daerah berhasil diturunkan secara persuasif oleh aparat TNI/Polri dan unsur pemerintah daerah  setempat secara berangsur sejak Sabtu (14/10/2018) .

Aparat keamanan membakar ribuan tenda milik penambang

Untuk memastikan apakah masih ada penambang emas ilegal di Gunung Botak, Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa bersama Bupati Buru Ramly Umasugi dan sejumlah pejabat utama Polda Maluku memantau kondisi Gunung Botak. Mantan Kakor Lantas Polri ini naik ke Gunung Botak melalui jalur Kali Anahoni. Kapolda mencapai puncak Gunung Botak dengan ketinggian sekitar 250 meter dari permukaan laut setelah berjalan kaki sekitar 2 jam.

Di Gunung Botak, aparat keamanan membakar ribuan tenda-tenda milik penambang ilegal meski pemiliknya sudah tidak berada lagi. Sepajang perjalanan, Kapolda menyaksikan sisa-sisa aktivitas penambangan emas ilegal menggunakan merkuri dan sianida. Ada sekitar 2.000 kolam rendaman yang dibuat penambang ilegal.

Rendaman adalah cara pengolahan emas dengan menggunakan merkuri dan sianida. Selain itu, Kapolda juga menyaksikan ribuan dompeng, sistim pengolahan emas dengan cara menyemprot air menggunakan  mesin alkom ke bukit di Gunung Botak  untuk mendapatkan material mengandung emas.

Ia menemukan kerusakan lingkungan yang makin parah akibat aktivitas penambangan emas ilegal menggunakan bahan kimia itu. Kunjungan Kapolda ini merupakan kali ketiga selama sepakan ini. Tanpa menggunakan masker, Kapolda masuk keluar tenda milik penambang untuk memastikan apakah masih ada penambang ilegal atau tidak. Royke merupakan Kapolda  pertama yang naik hingga ke puncak Gunung Botak.

Kapolda di Gunung Botak

Setiba di puncak Gunung Botak, Kapolda turun lewat jalur D Dusun Wamsait.  “Sampai saat ini bisa kita lihat tidak ada lagi penambang ilegal di  Gunung Botak. Kami perkirakan penambang ilegal ini berkisar tujuh ribu hingga delapan ribu penambang,  dan pihak TNI/Polri dan Pemda Kabupaten, Pemprov Maluku sudah  berhasil menurunkan para penambang ilegal secara baik-baik tanpa insiden,” kata Kapolda kepada wartawan  di puncak Gunung Botak.

Kapolda mengatakan  langkah setelah ini pihaknya akan menerapkan standar operasional prosedur atau SOP  untuk mencegah penambang ilegal naik lagi ke Gunung Botak. Diantaranya  aparat keamanan memutus aliran air ke Gunung Botak, memutus  mata rantai pasokan ilegal  bahan kimia merkuri dan sianida ke Gunung Botak secara cermat dan tegas, menyita mesin-mesin tromol milik penambang ilegal.

loading...
Seorang aparat Brimob Polda Maluku berjaga di Gunung Botak.

Setelah itu Pemkab Buru akan mengerahkan alat berat untuk membongkar rendaman-rendaman di Gunung Botak. “Kita akan membuat  pos pengamanan dengan menempatkan aparat gabungan  di akses masuk Gunung Botak dan wilayah  lainnya  agar tidak ada lagi penambang yang naik setelah ini,” kata Kapolda.

Sudah puluhan kali, lokasi tambang Gunung Botak ditertibkan aparat keamanan. Namun setelah itu, ribuan penambang kembali beraktivitas dengan menggunakan bahan kimia. Lokasi Gunung Botak sejak akhir 2015 ditutup atas perintah  Presiden Joko Widodo akibat kerusakan lingkungan menyusul aktivitas penambangan menggunakan bahan kimia.  Karena itu Kapolda menegaskan komitmennya penertiban ini yang terakhir dan penambang ilegal tidak kembali lagi. “Komitmen kami sekali penertiban, sekali diturunkan ya turun terus, tidak boleh lagi naik,” kata Kapolda.

Kapolda menegaskan akan menindak tegas setiap anggotanya yang bermain dan ikut membakengi para cukong bahan kimia untuk aktivitas penambangan ilegal lagi. “Ini pertaruhan jabatan saya, saya tidak main-main, saya berkomitmen  ini penertiban terakhir. Setelah ini tidak ada lagi penambang ilegal yang beraktivitas, karena lingkungan kita sudah rusak. Kasihan ribuan orang bisa mati akibat kerusakan lingkungan di Gunung Botak,” kata Kapolda.

Dalam peninjauan ini, Kapolda juga memasang garis polisi di jalan naik Gunung Botak melalui jalur D Dusun Wamsait. Kapolda juga meninjau tiga perusahan yang mendapat izin dari Pemerintah Provinsi Maluku di wilayah Gunung Botak. Yakni, PT. BPS, PT. CCP dan PT. SSS Aktivitas tiga perusahan tersebut dihentikan sementara menyusul penertiban penambang ilegal di Gunung Botak.

Kapolda dan Pejabat Utama Polda Maluku di puncak Gunung Botak.

“Biar adil dengan penambang ilegal, Pemerintah Provinsi Maluku juga melakukan moratorium aktivitas tiga perusahan ini hingga mereka memenuhi sejumlah persyaratan untuk sebuah perusahan melakukan pertambangan,” kata Kapolda. Menurut Kapolda aktivitas tiga perusahan tersebut juga  dihentikan sementara karena saat ini Bareskrim Mabes Polri tengah mengusut dugaan pelanggaran yang dilakukan pihak perusahan terkait pertambangan. (ADI)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *