Gustu Covid 19 Maluku Sebut Telah Kaji PSBB, Minggu Depan Siap Usul Kemenkes

by
Ambon minggu depan siap usulkan PSBB ke kementerian kesehatan RI, (30/4). Sumber/ekbis.ermol.id

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Gugus Tugas (Gustu) Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Maluku target segera masukan ususlan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) pada 7 atau 8 Mei 2020 mendatang. Mereka juga tengah menggodok serangkaian partitur pelaksanaan PSBB untuk mati usulan ke kemneterian kesehatan RI.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang menyebut kajian epidemiologi serta kebuthan dasar telah rampung dibahas. Kini tinggal memantapkan perkara operasionalnya. Untuk itu mereka masih terus lakukan pembahasan hingga matang bersama pemerintah Kota Ambon.

“Yang penting kan persiapannya seperti apa. Operasionalnya seperti apa, nanti pemkot yang tentukan jam operasional toko maupun yang lain-lain kira-kira jam berapa waktunya. Yang kedua kalau orang tidak mengindahkan atau melanggarnya, sanksinya apa. Ini yang masih dibahas terus,” jelas Kasrul di Kanntor Gubernur Maluku, Kamis (30/4/2020) sore.

Hal ini terkait teknis pelaksanaan PSBB jika usulan benar-benar diterima kemenkes. Hal ini seperti yang diterapkan di kota-kota lian yang lebih dulu jalankan PSBB. Kepala daerah setempat yang merinci elemen-elemen apa saja yang patut diterapkan terhadap masyarakat di daerah itu. Menurutnya bahasan terkait ini belum masuk final. Sementara dari sisi epidemilogi, kata Kasrul, suda ada kajian lebih lanjut terkait klaster penyebaran virus corona serta tingkat kerawanan di Ambon.

Loading...

Untuk kebutuhan dasar berupa pangan bagi masyarakat Kota Ambon jadi hal penting lainnya. “Kebuthan dasar cukup. Pangan cukup untuk beberapa bulan ke depan. Air, listrik, bahan bakar,  obat-obatan semua cukup dan terkendali harganya. Sekarang tinggal bagaimana rencana operasioalnya,” lanjut dia.

Terkait kebutuhan dasar, stok pangan beras misalnya, Bulog Divre Maluku beberapa waktu lalu menyatakan kesiapannya menghadapi pandemi di masa Ramadan bahkan hingga beberapa bulan kedepan. Sama halnya dengan komoditas gula pasir yang tengah dalam perjalanan angkut bersama 2.500 ton beras asal Surabaya.

Sekda Maluku itu menambahkan jika usulan itu goal, maka pihaknya akan berkoordinasi lagi dengan dua kabupaten terdekat Kota Ambon. yaitu Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat (SBB). Ini terkait akses dan suplai kebuthan yang biasanya mereka peroleh dari Kota Ambon.

Ini perlu ada skema tersendiri. Jika tidak PSBB yang hanya berlaku di Ambon malah berimbas buruk bagi kabupten lain yang tidak PSBB. “Kan katong seng perlu buru-buru. Setelah usul kan nanti tim teknis (kemenkes, Red) datang lia katong persiapan. Jadi kalau dong datang lia, oh iya operasionalnya seperti apa. Banyak yang harus diperhitungkan,” terang dia.  Sebagai contoh perhitungan pemberlakukan PSBB terkait jam malam. Soal sosialisasi kepada masyarakat juga penentuan batas jam malam dan hal teknis lain terkait itu. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *