Hadiyanto Junaidi, Dari Kopi Pilkada Hingga Ngopi kunstituen

by
Hadiyanto Junaidi, anggota Komisi I DPRD Kota Ambon muda yang awali karir politikaya dari warung kopi,(5/3). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Hadiyanto Junaidi. Politikus muda yang masuk ke rumah perwakilan rakyat. Siapa sangka kerja kerasnya itu bermula sejak dia masih menjadi wirausaha mengembangkan salah satu warung kopi dengan nama paling eye-catching di kota Ambon.

Hadiyanto, pria 30 tahun ini terbilang cukup berani melangkah masuk panggung wakil rakyat tingkat kota. apalagi jika kita menelisik lebih jauh, kiprahnya sebelm ini banyak bergelut di bidang usaha. Nah, pernahkah anda mendengar nama warung kopi Pilkada. Tempat ngopi dengan nama paling mencolok di kota. Dialah sang pemiliknya.

Lalu apa hubungannya warung kopi dengan jalan mulusnya menuju rumah rakyat. Dari cerita ringan di sela jam kerjanya bersama terasmaluku.com, politisi Partai Hanura mengatakan jika kerja keras membangun usaha itulah yang melanggengkannya sebagai perwakilan rakyat sebagai anggota Komisi I DPRD Kota Ambon.

“Jadi seblum ini beta dengan istri bangun usaha warung kopi. Awalnya belum di ruko. Dan karena bertepat dengan pemilihan kepala daerah 2016 semua orang banyak bahas soal pilkada,” katanya membuka alasan kenapa warung kopi itu dinamai Pilkada.

Dari warung kecil di pojokan kawasan Batumerah, tempat yang tadinya tak bernama itu berkembang. Lantaran banyak pembicaran orang terkait pilkada, alumnus Universitas Darussalam Ambon itu lantas menamainya  Pilkada.

Berawal dari situ usaha berkembang dan mulai menyewa salah satu ruko di Pasar Batumerah. Dan kini dia membuka cabang baru Café Pilkada di kawasan Jalan Sam Ratulangi Ambon.

“Ini salah satu sumber dana untuk cost politik saya. memang politik itu tidak main uang tapi ada hal lain yang juga membutuhkan uang dan itu salah satunya dapat dari usaha warung kopi,” jelasnya.

Meski tidak terpirinci terkait cost politiknya, namun usaha itulah yang melanggengkan dirinya ke rumah rakyat. Bahkan saat ini dirinya tengah menggalakan program ‘Ngopi konstituen’.

Program ini ditujukkan bagi anak muda dimana mereka dapat membahas banyak hal secara santai dengan para wakil rakyat tingkat kota. saran, masukan juga sejumlah kritik dan masalah terkait kebijakan dan pengembangan kota dapat dikomunikasikan di situ. Hal ini juga sebagai cara agar pemuda dapat lebih leluasa menyampaikan aspirasi mereka dengan jernih. (PRISKA BIRAHY)