Hampir Dua Tahun Buron, DPO Ini Ditangkap Tim Tabur Kejati Maluku di BTN Kanawa

by
DPO Kejari Buru, Janwar Risky Polanunu (kemeja lengan panjang bermasker putih) saat menuju mobil tahanan di halaman Kejaksaan Tinggi Maluku, setelah diamankan di kawasan BTN Kanawa, Kota Ambon, Selasa (20/10/2020) oleh Tim Tabur Kejati Maluku. Foto : Humas Kejati Maluku

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Janwar Risky Polanunu, DPO Kejaksaan Negeri Buru sejak 8 Desember 2018, akhirnya berhasil ditangkap Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Maluku di kawasan BTN Kanawa, Desa Batu Merah, Kota Ambon, Selasa (20/10/2020). Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette membenarkan penangkapan Risky.

Sapulette mengatakan, Janwar Risky Polanunu merupakan terpidana Perkara Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Anggaran/Dana Reboisasi dan Pengkayaan Tahun 2010 pada Dinas Kehutanan Kabupaten Buru Selatan.  Polanunu dalam perkara ini merupakan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI (MA) No. 2726 K/PID.SUS/2017, tanggal 27 Pebruari 2018 yang menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Ambon No. 15/PID.SUS-TPK/2017/PT. Ambon, tanggal 1 Agustus 2017, Polanunu dijatuhi hukuman penjara selama 5 tahun dikurangi selama terdakwa ditahan dan pidana denda sebesar Rp. 200.000.000. (dua ratus juta rupiah) subsider kurungan 6 (enam) bulan kurungan serta membayar uang pengganti sebesar Rp. 20 juta subsider 6 (enam) bulan kurungan.

Polanunu dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. “Iya benar, hari ini, Selasa, (20/10/2020) Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Maluku berhasil mengamankan Terpidana Perkara Tindak Pidana Korupsi atas nama Janwar Rismy Polanunu yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Buru. Yang bersangkutan ditangkap di Kawasan Perumahan BTN Kanawa Indah Desa Batu Merah Kota Ambon,”kata Sapulette menjawab Terasmaluku.com Selasa sore.

Loading...

Dalam perkara ini, Polanunu tidak sendiri. Tapi dilakukan bersama Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Buru Selatan, Ir. Muhammad Tuasamu selaku Kuasa Pengguna Anggaran dan Syarif Tuharea selaku Bendahara Pengeluaran.

“Keduanya telah dipidana juga dan saat ini masuk dalam DPO yang sedang dalam proses pencarian. Sementara rekanan pelaksana pekerjaan sejak awal penanganan perkara telah melarikan diri juga dalam proses pencarian,”sambungnya.

Sebelumnya, lanjut Sapulette, berdasarkan Putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon Nomor 46/PID.SUS-TPK/2016/PN.Amb tanggal 5 Mei 2017, Terpidana Polanunu dipidana dengan pidana penjara selama 1 tahun 10 bulan.

Namun, Penuntut Umum mengajukan upaya hukum banding pada pengadilan Tinggi Ambon dan Pengadilan Tinggi Ambon menjatuhkan pidana penjara selama 5 (lima) tahun, hal mana dikuatkan oleh Putusan Mahkamah Agung RI.

Adapun kerugian Keuangan Negara dalam perkara ini berdasarkan penghitungan auditor BPKP Perwakilan Provinsi Maluku Nomor : SR-588/PW25/5/2016, tanggal 11 November 2016 dengan Nilai Kerugian Negara sebesar Rp.2.136.162.516, 64.

“Setelah diamankan oleh Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Maluku, selanjutnya terpidana Janwar Risky Polanunu diserahkan kepada Bidang Pidsus untuk segera dieksekusi ke Lapas Ambon,”tandasnya.

Sekedar tahu, Dinas Kehutanan Kabupaten Buru Selatan pada tahun anggaran 2010 mendapatkan kucuran dana senilai Rp2,622 miliar untuk program reboisasi dan pengayaan hutan namun realisasinya pada 2012.

Proyek yang ditangani Thabat Thalib yang bertindak selaku kuasa CV. Agoeng ini telah menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp2,1 miliar lebih, namun sampai saat ini Thabat Thalib belum ditangkap aparat kejaksaan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Ruzady)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *