Hampir Dua Tahun Tak Ada Buku Baru, Dinas Perpustkaan Daerah Hadirkan Aplikasi iMaluku

by
iMaluku inovasi pemprov untuk menggenjot minta baca. Aplikasi itu berisi sekitar 4.000 judul buku yang bisa dibaca melalui handphone kapan saja dan dimana saja. FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM – Perpustakaan Badan Perpustakaan Dan Arsip Daerah Provinsi Maluku baru saja menyosialisasi aplikasi iMaluku. Aplikasi ini memungkinkan orang leluasa membaca buku dimana saja dan kapan saja. 

Mustafa Sangadji Kepala Dinas Perpustakaan dan kearsipan Daerah Provinsi Maluku di aula perpustakaan menyebut inovasi tersebut sebagai jawaban atas minimnya tingkat kunjungan orang ke perpustakaan. “Orang sudah jarang ke perpustakaan. Kalau semua di hape kan mudah. Tinggal buka saja langsung baca,” jelasnya kepada Terasmaluku.com di ruangannya siang (18/12). 

iMaluku, lanjut dia merupakan digitalisasi perpustakaan. Ada ribuan judul buku yang bisa diakses warga Maluku melalui aplikasi yang baru ada pada sistem operasi android. Sosialisasi di hadapan puluhan siswa sekolah menengah atas dan guru itu bertujuan untuk mengenalkan aplikasi tak berbayar plat merah yang lebih dulu di luncurkan setahun lalu. 

Ada beragam kategori bacaan yang bisa dipilih. Mulai dari Agama, Biografi, fiksi, sejarah, filsafat, dunia pertanian ada di aplikasi iMaluku.

“Sudah dari setahun lalu, tapi memang baru kami isi apikasinya, kerjasama dengan Aksara Maya,” terang mantan Kasatpol PP Ambon itu. PT Woolu Aksara Maya adalah pihak ketiga yang menggarap digitalisasi ini sudah menelurkan proyek serupa di beberapa daerah lain. Seperti iJakarta, iJogja, iTani dan iKaltim.

Mustafa tidak memberi angka pasti. Menurutnya ada sekitar 4.000 judul buku yang sudah ada dalam aplikasi iMaluku. Kategorinya pun beragam. Mulai dari sejarah, budaya, fiksi, biografi, pendidikan agama, Bahasa asing, arsitektur. Dia optimistis cara itu dapat memancing minat baca orang Maluku. Di lain sisi ASN yang baru menjabat hampir dua tahun itu tak menampik, minimnya kunjungan orang serta pembaca di perpustakaan.

Loading...

Apalagi kenyataan miris bahwa tidak ada anggaran untuk pengadaan buku baru di perpustkaan. “Area yang luasnya sekitar 4.000 meter ini butuh banyak biaya. Pemeliharaan saja sudah makan biaya. Belum lagi buat pengadaan. Sedangkan buku harus diperbarui. Saya sudah bicara dengan bagian keuangan untuk itu. Sudah mau dua tahun di sini tapi tidak ada pembelian buku baru,” keluh Mustafa. 

Dia menjelaskan soal pengembangan perpus saat ini. Anggaran yang disediakan untuk perpustakaan minim. Menurutnya untuk memajukan tempatnya setidaknya membutuhkan alokasi anggaran senilai Rp 5 Miliar. Jumlah tersebut suado diperhitungkan untuk pembangunan fisik, biaya pekerja lepas hingga pengadaan dan kelayakan ruang baca. 

Lembaran buku tahun 1995 yang mulai terlepas serta pendingin ruangan rusak yang masih ditempatkan di ruang baca

Mustafa sempat menemani Terasmaluku.com berkeliling ke salah satu ruang baca di lantai dua. Kertas yang menempel pada depan pintu masuk ruangan terlihat sudah lansia dimakan massa. Belum lagi suhu ruangan yang cukup panas. Bahkan ada salah satu pendingin ruangan yang ringsek seperti ditabrak kendaraan dan masih terpasang di ventilasi.

“Kalau mau baca dengan nyaman jua susah, ruangan panas dan tidak kondusif. Lembaran buku juga sudah mulai lepas,” katanya sembari menunjukkan salah satu buku usang dengan keterangan tahun masuk pada 1993. Buku itu masih tertata api di rak ruang baca B lantai dua. Barang-barang milik perpustakaan yang ada di lantai 1 perpustkaan pun terlihat telah termakan usia. Seperti banner majalah lokal sekitar tahun 2007 masih dipajang di situ. Sementara itu Mustafa tidak bisa memastikan berapa jumlah kunjungan di perpustkaan. 

Dengan segala kemajuan dan perkembangan literasi harusnya pemerintah daerah memberi dukungan yang nyata. Meningkatkan literasi bukan perkara pengadaan buku semata. Tapi juga menghadirkan suasana dan lingkungan baca yang nyaman serta inovasi terkait yang mampu merangsang minta orang. Seperti yang dikerjakan mantan Walikota Bandung Ridwan Kamil. Salah satunya ide mempercantik trotoar untuk membangun street library. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *