Hanya Dua Calon Independen di Maluku Yang Lolos

by
Ketua KPU Provinsi Maluku Syamsul Rifan Kubangun (tengah) memberikan keterangan pers di Media Center Kantor KPU Maluku, Selasa (16/6/2020). FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Ketua KPU Maluku, Samsul Rifan Kubangun, mengakui hanya ada dua calon perseorangan atau calon independen yang memenuhi syarat lolos ikut Pilkada 2020. Yakni dari Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

“Dari pemenuhan syarat jumlah minimal dukungan berdasarkan tahapan persiapan berkaitan dengan jumlah dukungan maka KPU kabupaten sudah melakukan rekapitulasi perbaikan,” kata Rifan di Ambon, Selasa (25/8/2020).

Pada tahap pertama yang belum memenuhi syarat jumlah minimal dukungan kemudian dua kali dilakukan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual pada 21 Agustus 2020 sehingga telah dilakukan proses rekapitulasi di tingkat kabupaten.

Menurut Rifan, dari situ terlihat ada tiga dari empat kabupaten yang memiliki calon perseorangan, dan khususnya untuk calon perseorangan dari Kabupaten SBT serta MBD memenuhi syarat jumlah minimal dukungan yang dipersyaratkan.

Loading...

Sedangkan untuk calon perseorangan di Kabupaten Kepulauan Aru tidak memenuhi syarat minimal dukungan yang dipersyaratkan sesuai yang mereka sampaikan ke KPU kabupaten. “Dari situ nanti menjadi satu proses lagi untuk melakukan pendaftaran calon pada masa pendaftaran pada 4-6 September 2020,” ujarnya.

Untuk calon perseorangan formulir BA7 yang digunakan sebagai syarat pencalonan, sedangkan partai politik dan non parpol menggunakan formulir B.1-KWK. Salah satu syarat calon adalah sehat jasmani dan rohani dan untuk memastikannya harus diperiksa kesehatan di rumah sakit yang sesuai tipenya.

Untuk empat kabupaten di Maluku yang akan melangsungkan pilkada serentak 2020 memang belum ada rumah sakit yang memadai sehingga KPU berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia, BNN provinsi dan Himpunan Psikiater Indonesia maupun RSUD dr M Haulussy di Ambon.

“Kami mendapatkan informasi bahwa seluruh tenaga medis dan peralatan di RSUD memenuhi standar, maka KPU kabupaten akan melakukan penetapan dan provinsi melakukan MoU dengan RSUD Haulussy untuk memeriksa kesehatan para calon dan nantinya diumumkan hasilnya tanggal 23 September 2020,” kata Rifan. (ANT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *