Harga Cengkih Naik Perlahan, Komoditas Maluku Bergantung Pasar Surabaya

by
Seorang pengepul rempah di Pertokoan Ruko Batu Merah Kota Ambon, memperlihatkan cengkeh, Senin (30/7/2018). FOTO : Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Harga remah-rempah asal Maluku masih bergantung dengan pasar di Surabaya. Dalam dua pekan harga komoditas cengkih misalnya bergerak naik. Namun kondisi itu belum dapat dipastikan hingga menyentuh angka tertinggi penjualan rempah.

Di pasar besar Kota Ambon, harga rempah-rempah cengkeh di tangan pengepul berada di Rp 68.000 perkilogram. Harga tersebut naik dari awal Februari yang bertengger di Rp 65.000 perkilogram.

“Februari itu dia mulai naik sampai sekarang. Sudah selisih Rp 3.000,” terang Edo Lesnusa salah seorang pekerja di tempat penjualan hasil bumi Pasar Batumerah Ambon, (2/3/2021).

Kenaikan itu disebutnya perlahan dan lambat. Padahal pada hari biasa harga cengkih bisa menyentuh harga di atas Rp 100.000. perkilogram.

Naik turun harga itu, kata Edo, dipengaruhi oleh kestabilan harga pasar rempah di Surabaya. Hasil bumi dari Maluku semuanya dikirim kepada pembeli besar yang ada di Surabaya. Di pasar Jawa Timur itulah masa depan harga petani dan penjual rempah ditentukan.

Di pasar Ambon, petani hanya sebatas menjual ke pengepul. Rempah-rempah itu lantas disiapkan untuk dikirim ke pembeli besar yang ada di Surabaya. Praktis harga jual amat bergantung dengan standar di Surabaya.  “Kita tidak bisa prediksi, naik atau turun. Semua tergantung pasa di Surabaya,” katanya.

Selain cengkih, ada beberapa komoditas yang juga bergerak naik. Seperti Kopra dari Rp 4.000 perkilogram kini menjadi Rp 9.500 perkilogram.

Sementara harga fuli masih unggul dari komoditas lain. Yakni Rp 240.000 perkilogram, biji pala Rp 78.000 perkilogram dan coklat Rp 26.000 perkilogram. (PRISKA BIRAHY)