Tenang, Harga Kargo Naik Ekspor Perikanan Dari Maluku Masih Aman

by
Tahun 2019 Bea Cukai Maluku targetkan peningkatkan devisa ekspor 30 persen dengan penambahan Jenis komoditas ekspor. FOTO: Dok. Bea Cukai Maluku

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pemberlakuan tarif kargo juga tiket pesawat nyatanya belum berpengaruh pada ekspor dari Maluku. Para pelaku eskpor masih diselamatkan dengan sistem pembayaran dari jaringan ekspor luar negeri.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Maluku Finari Manan memastikan sampai saat ini semua jalur dan skema eskpor produk-produk perikanan asal Maluku aman. “Belum ada pengaruh kok. Sebab ada skema pembayaran free on board. Justru yang domestik yang ngaruh. Kalau ke luar negeri aman,” terangnya kepada terasmaluku.com saat ditemui di ruangannya, Selasa (19/2/2019).

Skema kerjasama pengekspor dan pasar luar negeri menerapkan sistem pembebasan biaya pengiriman menuju ke lokasi tujuan free on board (FOB). Jadi biaya angkut menggunakan pesawat ditanggung oleh buyer. Hal tersebut yang menjaga rantai penjualan dan skema ekspor masih aman.

Menurut Finari, meski ada kenaikan pelaku usaha di bidang perikanan sudah pasti memikirkan harga jual yang tidak memberatkan mereka. Seperti mengakali biaya trabsportasi kendaraan darat atau penyeberangan antar pulau sebelum menuju ke kargo bandara.

Selain itu ikan jadi jadi komoditas unggulan sektor perikanan masih punya performa yang prima di pasar luar negeri. “Ikan masih prima. Orang di luar percaya dengan kualitas ikan asal Maluku. Jadi pembelinya sudah pasti. Memang ekspor utama kami sektor perikanan ya ikan,” jelas dia.

Di lain sisi pihaknya kini tengah berkoordinasi menggenjot ekspor komoditas lain. Yakni kepiting, kopra, sawit dan kayu. Kerjasama dengan SKPD terkait khususnya sektor pertanian dan kehutanan.

Saat ini pihaknya dalam tahap sosialisasi juga focus group discussion (FGD) untuk membahas jalur ekspor serta buyer potensial. “Kami sudah ketemu dengan beberapa pengusaha pekan lalu. tinggal kita mantapkan kerjasamannya saja. Supaya perekonomian Maluku jadi lebih baik,” lanjut mantan Kasubdit Pencegahan Direktorat Kepatuhan Internal Bea Cukai, DJBC Pusat itu.

Bea Cukai Provinsi Maluku menargetkan penambahan ekspor di 2019. Baik jenis komoditas pun peningkatan devisa. Pada 2018 ekspor sektor perikanan mencatat pendapatan devisa dari ekspor di sektor perikanan saja sebesar Rp 9.700 USD pertahun.

Finari optimistis dengan menaikan target pendapatan ekspor sebesar 30 persen dari tahun lalu. Caranya dengan perbanyak jenis komoditas yang hendak diekspor. Untuk sektor perikanan nantinya tidak hanya ikan, tapi kepiting dan rumput laut. (PRISKA BIRAHY)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *