Hari Ini, Pembalap Internasional Lanjutkan  Etape Wahai – Bula, Tour de Molvccas

by
Pembalap asal Australia Marcus Culey (depan) menangi etape I Kota Piru – Masohi, ajang Tour de Molvccas, Senin (18/9). FOTO : (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-MASOHI- Setelah etape I ajang  balap sepeda internasional, Tour de Molvccas (TdM) 2017, atlet peserta lomba akan melanjutkan etape berikutnya, Wahai, Maluku Tengah (Malteng) Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Selasa (19/9).

Etape II ini mengambil start di Jalan Port, Wahai pada pukul 12.00 WIT  dan finish di Rumah Dinas Bupati SBT,  berjarak tempuh 155,8 Km. Selasa pagi, puluhan  pembalap internasional dari 16 negara ini bertolak dari Kota Masohi  ke Wahai dengan menggunakan bus melintasi jalan lingkar SS Taman Manusela.

International Commissaire balap sepeda internasional yang diakui badan sepeda dunia UCI (Union Cycliste Internationale) dan juga Konsultan TeknisTdM, Jamaludin Mahmood menyatakan,hujan akan menjadi ancaman bagi pembalap.

“Para pembalap juga akan menempuh rute jalan yang terjalan,berbukit, hutan, sawah hingga tepi pantai, namun medannya tidak seberat etape I,” kata Jamaludin dalam keterangan pers di Media Center TdM di Kota Masohi, Senin (18/9) malam.

Sebelumnya pada etape I dari  Kota Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) – Kota Masohi, Malteng, pembalap asal Australia Marcus Culey dari tim St George Continental, menjadi pemenang utama, jersey kuning, lomba balap sepeda internasional TdM  etape pertama. Marcus juga meraih sprinter terbaik atau meraih jersey hijau.

Marcus menyisihkan 62 pembalap dari 16 negara lainnya dalam etape Kota Piru – Kota Masohi, yang  berjarak 179,7 km dan merupakan etape terpajang dalam event TdM. Ia masuk  finish lebih awal di Jalan Pattimura Kota Masohi, Senin (18/9) pukul 17.27 WIT. Sementara itu, untuk nomor tanjakan rute ini berhasil didominasi  Ricardo Garcia, bernomor punggung 23 yang mewakilit tim Kinan dari Jepang.

Jamaludin, menyatakan etapa I sangat penting bagi para pembalap untuk mengejar 4 jersey, merah untuk raja tanjakan, hijau untuk juara sprint, kuning untuk yang tercepat di seluruh rute, dan merah putih khusus untuk pembalap Indonesia tercepat.

loading...

“Etape I merupakan salah satu yang tersulit dalam ruteTdM karena memiliki tanjakan yang sangat terjal. Kondisi ini cukup menentukan dan jika sudah pegang satu jersey atau lebih, usahakan untuk dipertahankan di etape lainnya,” kata Jamaludin.

TdM adalah lomba balap sepeda internasional pertama di Maluku yang digelar PemerintahProvinsi Maluku, bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat dan Pemerintah Kota Ambon.

TdM meliputi 5 etape dengan jarak 714 km diikuti oleh 63 pembalap dari 14 tim yang berasal dari 16 negara. TdM adalah kegiatan olah raga berbasis pariwisata ditujukan untuk memajukan pariwisata Maluku.TdM jujga didukung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Pariwisata, Kementerian PU, Kementerian Perhubungan serta sejumlah BUMN.

PembalapTdM akan memperebutkan hadiah senilai total Rp 1 miliar, dengan diantaranya berupa uang tunai sebesar Rp. 850 juta. Pembalap Indonesia peraih angka terbaik secara keseluruhan akan mendapat hadiah senilai Rp 21 juta. (ADI)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *