Hari Kedua PKM, Gugus Tugas Ambon Temukan Warga Belum Sepenuhnya Patuh

by
Ketua Gugus Tugas Kota Ambon Syarief Hadler ikut memantau pemeriksaan syarat masuk Kota Ambon di pos jaga perbatasan Ambon - Malteng di Passo Larier pada Selasa, (9/6/2020). FOTO : (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Antrian kendaraan bermotor terjadi di tiga pos jaga Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) perbatasan Kotas Ambon – Kabupaten Maluku Tengah. Masyarakat dari luar kota yang hendak masuk ke Ambon tanpa terkecuali jalani pemeriksaan. Di salah satu pos batas Passo Larier, Selasa (/6/2020) pagi, pemeriksaan berlangsung cukup ketat. Yakni dengan memastikan warga yang masuk mengantongi sejumlah syarat yang diberlakukan pemerintah Kota Ambon dalam Peraturan Walikota (Perwali) Ambon Nomor 16 Tahun 2020.

BACA JUGA : Kadis Kesehatan : 5.000 Wanita Hamil di Ambon Akan Jalani Rapid Test

BACA JUGA : Sejumlah Pelanggaran Pada Hari Pertama PKM di Ambon

Pengendara roda dua, empat pun penumpang angkot satu persatu melewati dua tahap pemeriksaan. Dinas perhubungan, BNPB, kesehatan, satpol PP, TNI/POLRI berjaga di dua titik dalam satu pos di Passo Larier.

Tahap pertama pemeriksaan berkas-berkas warga. Itu berupa surat keterngan sehat dari puskesmas setempat, serta keterangan dari negeri yang menyatakan keperluan atau tujuan ke kota. Mereka juga diperiksa identitasnya.

Berjarak 100 meter dari itu barulah ada pemeriksaan kesehatan. Yakni berupa pengukuran suhu tubuh oleh tenaga kesehatan. Jika pasan tak lebih dari 37,5 derajat maka dibolehkan melaju ke kota.

Loading...

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Ambon yang juga Wakil Walikota (Wawali) Syarief Hadler bersama Sekretaris Kota Ambon,  A.G. Latuheru yang turun langsung dalam tinjauan pagi tadi temukan ada warga yang tidak lulus persyaratan dimaksud. “Kalau ada yang tidak bawa surat kembali buat dulu baru bisa masuk,” sebut Wawali kepada para pengendara roda dua yang sedang berhenti di pos pemeriksaan berkas Selasa (9/6/2020) pagi.

Jelas saja, beberapa pengendara ada yang langsung diminta kembali. Beberapa penumpang juga terpaksa urung melanjutkan jalan ke Ambon. Persoalannya sama. Mereka tidak membawa baik surat kesehatan pun keterangan dari negeri. Sementara soal kelengkapan masker, rerata masyarakat tunai jalankan aturannya.

Sekretaris Kota juga sempat menyarankan beberapa warga asal Tulehu untuk kembali dan mengurus surat. Saat ditanyai lebih lanjut, mereka mengaku belum mengetahui adanya aturan yang jelas dari pemerintah daerah terkait surat keterangan itu. Mau tak mau mereka harus berbalik arah, mengurus surat agar bisa mudah massue kota.

Selesai meninjau pos di Passo rombongan menuju pos batas di Hunuth dan perbatasan Laha – Hattu. Di pos perbatasan terakhir, wakil walikota Ambon itu kembali menegaskan aturan masuk kota kepada beberapa warga di tenda BNPB.

“Untuk hari pertama kedua ini kita masih kasih kelonggaran, ya. Setelah itu tindak. Kalau berkas tidak lengkap pulang tidak boleh masuk,”katanya tegas. Syarief meminta agar warga yang mau masuk ke kota benar-benar mencermati protokol kesehatan. Termasuk mengenai aturan duduk penumpang dalam mobil pribadi.

Teguran hingga sanksi berupa denda menanti mereka yang melanggar selama masa penerapan PKM dua minggu ke depan. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *