Hari Pertama Kerja, Halimun Anggota DPRD Maluku Ungkap Kebobrokan BWS Kerjakan Proyek Wai Ela

by
Proyek sungai Wai Ela di Negeri Lima Kecamatan Leihitu yang dikerjakan BWS Maluku. FOTO : Istimewa

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Sehari setelah dilantik menjadi anggota DPRD Maluku, Halimun Saulatu langsung gaspol memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Maluku ini mengungkapkan kekecewaannya atas kinerja Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku terkait proyek pembangunan dan pengembangan sungai Wai Ela di Negeri Lima Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah.

Pasalnya proyek pembangunan sungai tersebut terkesan asal asalan, sehingga telah hancur berantakan. Padahal pembangunan proyek itu telah menghabiskan anggaran sebanyak Rp 6 milyar pada tahun 2020.

“Saya akan berkoordinasi dengan Komisi III DPRD Maluku untuk panggil pihak BWS Maluku, terutama Satker dan PPK yang menangani pekerjaan ini untuk mempertanggung jawabkan apa yang mereka kerjakan, dan juga harus mengevaluasi mereka, karena tidak becus dalam bekerjanya,” kata Halimun di Kantor DPRD Maluku, Kamis (22/7/2021).

Halimun dilantik sebagai anggota DPRD pergantian antar waktu pada Rabu (21/7/2021).

Menurut Halimun, perencanaan yang dibuat sangat tidak maksimal, sehingga pembangunan itu bisa hancur berantakan padahal usianya belum lebih setahun.

Seharusnya pembangunan sungai tersebut bisa lebih baik lagi. Karena sungai itu selalu meluap saat musim hujan tiba.

“Saya punya tanggung jawab moral terhadap rakyat yang mempercayakan saya untuk duduk di dewan. Sehingga saya harus melaporkan Sungai Wai Ela yang meluap dan merusak rumah warga,” ujarnya.

Dari sumber BWS Maluku menyebutkan anggaran Rp 6 milyar untuk pembangunan sungai Wai Ela terlalu kecil. Karena itu, pihak BWS Maluku hanya mengerjakan sesuai anggaran tersebut.

“Yang pasti untuk tahun 2022 kita sudah anggarkan yang lebih besar lagi. sehingga semuanya bisa teratasi,” katanya.(DAC)