Hasil Lacak, Yang Terpapar Covid-19 Tidak Hanya Pelaku Perjalanan

by
Peta sebaran pasien tarpapar Covid19 melalui situs resmi Covid19.go.id

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Berdasar hasil lacak jejak, perpindahan virus corona tidak hanya bersarang di tubuh para pelaku perjalanan. Mereka yang berdiam diri di rumah atau yang tidak sedang bepergian pun berpotensi tertular dan jadi pembawa.

Hal itu diungkap usai ada hasil lacak jejak dari pasien positif. Ketua Harian Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19, Kasrul Selang, mengatakannya melalui keterangan pers Sabtu, (11/4/2020) sore.

“Intinya bahwa sekarang ini kita tidak bisa memungkiri ini orang dia pembawa atau bukan. Ini kan sangat sulit awasi orang yang bawa atau bukan,” kata Sekda Maluku itu. Menurutnya mereka yang baru datang dari luar daerah diwajibkan untuk melakukan karantina mandiri di rumah.  Dalam masa itu kata Kasarul, tidak melakukan banyak kontak untuk menghindari perpindahan.

Salah satu kasus yakni dari pasien 02 berusia 74 tahun. Tim gugus tugas yang lakukan pelacakan mendapati tiga orang yang bukan pelaku perjalanan malah terkonfirmasi positif melalui tes spesimen laboratorium PCR. Data pada Covid19.go.id menunjukkan Indonesia yang positif ada 3,842, sembuh 286 dan yang meninggal 327. 

Loading...

Namun jika hal itu dirasa sulit, pihak keluarga atau warga sekitar dapat berkoordinasi dengan ketua RT setempat. Tujuannya untuk memantau karantina atau merujuk pada lokasi karantina yang telah ditetapkan pemerintah daerah pun kota.“Yang melakukan perjalanan apalagi ade-ade kita yang mudik dengan secara sadar lakukan karantina mandiri segera lapor ke RT biar kita bisa karantina terpusat,” tambahnya.

BACA JUGA: Maluku Tambah 9 Orang Positif, Jadi 12 Kasus Terkonfirmasi Covid-19

Sementara itu pemerintah juga meminta warga agar tidak panik berlebihan menanggapi hal tersebut. khususnya bagi warga yang tinggal berdekatan dengan tempat karantina yang ditetapkan pemerintah. Seperti pada sejumlah balai diklat provinsi.

“Di balai-balai ini sangat aman. Rumah sakit maupun karantina. Karena penyebaran penyakit ini kalau berdekat-dekatan tidak pakai masker. Kalau jauh-jauh apalagi antar rumah warga sangat aman,” jelas Kasrul.

Belakangan memang muncul kekhawatiran dan stigma di masyarakat terkait lokasi karantina. Namun pemerintah memastikan, hal itu tidak akan berpengaruh dan membahayakan sebab para pelaku perjalanan dijaga ketat di lokasi karantina. Tak lupa dia ingatkan agar tetap gunakan masker, rajin cuci tangan, jaga jarak dan tetap bekerja di rumah dapat melindungi kita dari paparan virus. (PRISKA BIRAHY) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *