Hasil Survei Yasin Teratas, SHT Bintang Baru di Pilkada SBB

by

AMBON-Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) bekerjasama dengan Lensa Nusa merilis hasil survei potret perilaku pemilih dan peta dukungan kandidat jelang Pilkada Kapaten Seram Bagian Barat (SBB) tahun 2017.

Survei yang dilakukan sejak 23-28 Mei itu menggunakan metode multi stage random sampling dengan jumlah 440 responden. Survei juga dilakukan dengan wawancara tatap muka bersama responden dengan menggunakan kuesioner, adapun margin eror dalam survei tersebut adalah 4,8 persen.

Hasilnya dari survei tersebut, bakal calon Bupati Yasin Payapo menempati urutan teratas dengan dukungan sebesar 14,40 persen disusul Sanadjihitu Tuhuteru (SHT) 12,70 persen, Fransiane M Puttileihalat, 8,00 persen, Irwan La Aru,6,60 persen Reon Paulus Puttileihalat 5,60 persen selanjutnya Sahlan Heluth, Marcus Pentury Suhfi Majid, Nus Riry Levianus Kariuw dan La La Kadir berada dibawa 5 persen.

“Sedangkan untuk top of mind calon bupati SBB, Yasin Payapo ada dirutun teratas dengan persentasi 10.73 persen, SHT 6,83 persen, Fransiane Putileihalat 4,63 persen, Sahlan Heluth 4,39 persen, Remon Paulus Putileihalat, 3,66 persen M Saleh Makian, 3,17 persen dan sisanya dibawa 3 persen,”ungkap Peneliti Lenasa Nusa, Setia Darma dalam paparannya, di Ambon, Senin (6/5).

Untuk tingkat pengenalan dan kesukaan Yasin Payapo juga masih unggul di banding figur lainnya. Untuk tingkat pengenalan Yasin Payapo sangat dikenal dengan persentase 54,90 persen dan tingkat kesukaan sebesar 72.00 persen, disusul Remon Putileihalat dengan tingkat pengenalan 52,40 persen dan tingkat kesukaan 64,80 persen. Kemudian Suhfi Majid tingkat pengenalan  50,70 persen, dan tingkat kesukaan 63,90 persen.

“Tapi yang menarik disini adalah tampilnya SHT sebagai tokoh muda dalam bursa Pilkada SBB ini, dia bisa menjadi bintang baru dan berpeluang menyalip Yasin Payapo. Ini ancaman bagi Yasin Payapo, karena memang dari peta dukungan keduanya hanya berbeda tidak lebih dari selisih margin eror sebesar 4,8 persen,”ungkap Peneliti Senior Indonesia Public Institut (IPI) Karyono Wibowo.

Sementara Direktur LPI, Bony Hargens mengatakan seperti umumnya di Indonesia pemilih di SBB juga masih banyak yang tergolong pemilih parochial dengan presentase mencapai 60 persen.    Pemilih ini kata dia bukanlan pemilih cerdas yang paham akan politik.

Meski merupakan pendatang baru di pentas politik SBB, namun hasil survei lembaga  ini, SHT melewati figur  bakal calon lainnya. Itu karena menurut Bony, karakter pemilih di SBB diantaranya lebih suka dengan figur muda, visioner, berpendidikan  dan juga suka blusukan, menemui warga,

Karena itu dia menilai peta dukungan terhadap kandidat masih saja berubah dan yang luar biasa kandidat SHT,  figur muda, pendatang baru yang  mampu menunjukan diri bersaing di Pilkada SBB. “Kalau dia bisa memaksimalkan  jaringan dan simpul politik yang ada,  bisa saja SHT ini melambung Yasin Payapo yang  ada di depan, tapi itu kita tunggu tiga bulan kedepan,”ungkapnya.

Sedangkan untuk bakal calon Wakil Bupati, Thimotius Akerina berada  pada posisi teratas dengan persentase 7,30 persen, berikutnya Everd Kermite, 4,90 persen, Marcus Pentury 4,10 Ibrahim Selan, 3,90 persen dan sisanya dibawa 3 persen.

Selain mengukur tingkat dukungan suara calon kandidiat, dalam survei itu juga diukur tingkat kesukaan masyarakat terhadap kepemimpinan Bupati Jacobus Puttileihalat dan Wakil Bupati, La Husni. Dan hasilnya lebih dari 50 persen warga  merasa tidak puasa dengan kepemimpinan saat ini. (ADI)