Hatala Minta Walikota Batalkan SK Penetapan Mata Rumah Perintah di Batu Merah

by

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Mata Rumah Hatala Menolak Surat Keputusan Saniri terkait dengan penetapan mata rumah Nurlette sebagai mata rumah perintah di Negeri Batu Merah. Menurut mereka penetapan mata rumah perintah yang dilakukan oleh Saniri Negeri Batu Merah Nomor 01 tahun 2020 Tentang Penetapan Mata Rumah Perintah itu cacat hukum dan tidak sesuai dengan prosedur maupun perundang-undangan yang berlaku.

BACA JUGA : Penetapan Mata Rumah Sesuai Prosedur, Ketua Saniri Batu Merah : Kalau Tidak Sepakat Silahkan Gugat Ke PTUN

“Kami mata rumah Hatala menolak surat keputusan Saniri soal penetapan mata rumah Nurlette sebagai mata rumah parentah di Negeri Batu Merah,” perwakilan mata rumah Hatala Abdi Hatala, dalam keterangan pers yang digelar di Negeri Batu Merah Ambon, Rabu (12/2/2020).

Loading...

Dia mengaku, sesuai dengan ketentuan Peraturan daerah (Perda) kota Ambon nomor 8 tahun 2017 tentang negeri, pasal 1 ayat 21, pasal 7 huruf d, dan pasal 74 ayat 1 bahwa sengketa adat mengenai hak mata rumah perintah seharusnya diselesaikan secara musyawarah dalam musyawarah negeri Saniri atau Saniri negeri besar.

“Sehingga tindakan Saniri menetapkan hak Mata rumah Parentah alam rapat internal Saniri itu merupakan tindakan penyalahgunaan wewenang karena bertentangan dengan peraturan,” kata Abdi. Salah satu perwakilan mata rumah Hatala, Rony Ternate juga meminta kepada Walikota Ambon Richard Louhenapessy untuk secepatnya membatalkan surat keputusan tersebut.

“Kami mendesak kepada pemerintah kota untuk menggelar musyawarah negeri untuk melakukan pembuktian-pembuktian,” kata Rony. Rony juga menantang mata rumah Nurlette agar membuka bukti-bukto sejarah, karena dia mengklaim mata rumah Hatala memiliki bukti-bukti sejarah mata rumah Parentah Hatala sejak tahun 1557.

“Sedangkan mata rumah Nurlette hanya mengklaim baru memimpin penyelenggaraan pemerintahan sekitar tahun 1903, sehingga berdasarkan fakta sejarah mata rumah Hatala yang berhak,” katanya. (ALFIAN SANUSI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *