Miris.. Kebebasan Pers Indonesia Terkungkung di Urutan 138 Dunia

by

Dunia pers tak dapat lagi dipisahkan dari kehidupan masyarakat di dunia. Persaingan bisnis, berebut hati pembaca hingga berkompetisi mencari bahkan membuat fakta mewarnai kehidupan pengumpulan dan penyiaran berita.

Reporters Without Borders, sebuah organisasi non-pemerintah yang mempromosikan dan membela kebebasan informasi serta kebebasan pers, terus memantau perkembangan pers di belahan dunia.

Organisasi yang memiliki status konsultan di PBB tersebut, baru-baru ini mengeluarkan peringkat baru Indeks Kebebasan Pers Dunia.

Finlandia masih berada di tempat pertama. Posisi puncak ini sudah dipertahankan negara di Eropa utara itu sejak 2012. Untuk diketahui, Reporters Without Borders hanya mengevaluasi 180 negara.

Tolak ukur dari penilaiannya beragam, di antaranya, pluralisme, independensi media, sensor, dan transparansi.

Peringkat berapa Indonesia?

Indonesia tergelincir enam peringkat dibanding tahun lalu. Kini ranking kebebasan pers nasional hanya ada di peringkat 138. Total skor ada di angka 40,75 dari nilai maksimal 100. Semakin tinggi angkanya, berarti kebebasan pers semakin berkurang.

Tahun lalu, Indonesia ada di peringkat 132. Sementara dua tahun sebelumnya berada di peringkat 139. Without Borders tidak memberikan perincian dan alasan di balik pemberian skor setiap negara. Namun organisasi yang bermarkas di Paris ini juga mempertimbangkan bagaimana perlakuan negara terhadap wartawan, seperti penangkapan atau bahkan pembunuhan wartawan. (fajar.co.id)