Bangun RSU di Leihitu, Pemprov Maluku Siapkan 60 Miliar

by
Gubernur Maluku Said Assagaff Disambut warga Mamala dan Morela

AMBON-Gubernur Maluku Said Assagaff menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku memiliki anggaran Rp 60 miliar untuk pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) di kawasan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah.
Namun pembangunan RSU tersebut terkendala karena belum ada lahan. Pemprov Maluku tengah mencari lahan konsong dengan luas lima hingga enam hektare di Leihitu untuk dibeli guna pembangunan RSU. Gubernur juga menyatakan di sepanjang jalan menuju Desa Hitu Kecamatan Leihitu, banyak tanah – tanah kosong. Pemprov akan membeli jika pemilik lahan mau menjualnya.
“Uang saya (Pemprov) ada 60 miliar untuk bikin rumah sakit umum, tapi kita masih cari tanah. Karena itu kalau ada tanah di sini (Leihitu) lima hingga enam hektare, mari jual, kita akan beli yang penting surat-suratnya lengkap,”kata Gubernur saat memberi sambutan di acara perdamaian warga Desa Mamala dan Morela Kecamatan Leihitu, Sabtu (23/4).
Menurut gubernur, beberapa waktu lalu Menteri Kesehatan RI Nila F.Moeloek memberikan bantuan dana sekitar 200 miliar untuk pembangunan RSU di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Gubernur menyatakan ia cemburu atas bantuan tersebut. Karena itu, Pemprov Maluku juga minta Menkses memberikan bantuan yang sama untuk pembangunan RSU di Maluku.
“Saya dan Ketua DPRD Maluku akan menghadap Ibu Menkes. Ini ibu datang letakan batu pertama pembangunan RSU. Ini ada 60 miliar, selanjutnya masa ibu bisa bantu NTT 200 miliar, masa kita ibu tidak bisa bantu lagi,” kata gubernur yang disambut tepuk tangan ribuan warga Mamala dan Morela.
Ia menyatakan, pembangunan RSU di Leihitu tersebut untuk meningkatkan dan mendekatkan pelayanan kesehatan bagi warga. Jika RSU bisa dibangun di Leihitu menurut gubernur, warga sekitarnya tidak perlu lagi ke RSU di Kota Ambon untuk berobat, tapi langsung ke RSU setempat.
Gubernur juga menyatakan, pihaknya bertekad akan membangun RSU di daerah – daerah terutama daerah terpencil, termasuk pengadaan tenaga dokter sehingga pelayanan kesehatan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat Maluku. “Kedepan kami berusaha agar tidak ada lagi orang Maluku yang sakit gara-gara pelayanan kesehatan yang terlambat,” katanya. ADI