Kodam Pattimura Panen Perdana Ikan Kerapu dan Kakap Putih Hasil Budidaya

by
Pangdam Pattimura pimpin panen perdana ikan kerapu dan kakap putih

AMBON-Kodam 16 Pattmura menggelar panen perdana ikan kerapu dan ikan kakap putih, hasil budidaya di keramba terapung Yonif 733 Raiders, belakang SUPM Waiheru Ambon, Rabu (27/4).
Panen perdana ini dilakuan Pangdam 16 Pattimura Mayjen TNI Donni Monardo, bersama Kapolda Maluku Brigjen Ilham Salahudin dan jajaran pejabat perbankan lainnya di Ambon. Budidaya ikan di keramba terapung itu merupakan program emas biru Kodam 16 Pattimura.
“Setelah empat bulan dilakukan budidaya ikan kerapu dan kakap putih di keramba terapung, kini kita mulai rasakan manfaatnya dengan melakukan panen perdana, ini merupakan program emas biru Kodam Pattimura,” kata Pangdam.
Ia menyatakan, program emas biru, dengan budidaya ikan kerapu dan ikan kakap putih sangat sederhana, namun manfaatnya sangat besar. Kegiatan ini bisa dilakukan siapa saja, bukan hanya nelayan.
Pola budidaya keramba ikan ini sangat cocok dilakukan di wilayah Pulau Ambon, karena dipenuhi lautan yang masih bersih sehingga memudahkan untuk dibangun keramba ikan.
Apalagi nelayan Ambon hanya bisa melaut enam bulan tiga minggu setiap tahunnya. Waktu tersisa itu sangat cocok digunakan untuk budidaya ikan di keramba. Dengan cara seperti ini selain dapat menambah pendapatan warga dan nelayan, juga agar kebutuhan ikan tetap tersedia saat cuaca buruk.
“Pola (keramba) ini sangat mudah dan bisa dilakukan siapa saja, bukan hanya nelayan tapi juga oleh anak-anak mudah, ibu rumah tangga, karena wilayah Pulau Ambon lautnya masih bersih. Apalagi nelayan kita hanya bisa melaut enam bulan tiga minggu, sehingga dengan cara ini penghasilan tetap ada serta kebutuhan ikan daerah ini tetap tersedia meski saat cuaca buruk,” katanya.
Aster Kodam 16 Pattimura Kolonel Inf. Syarifudin Daeng menyatakan, ikan kerapu dan ikan kakap putih yang dipanen dari keramba terapung ini berjumlah sekitar empat ribu ekor. Hasil panen ini langsung dibeli pemilik dua restoran ternama di Kota Ambon.
Harga perkilonya untuk kerapu yakni Rp 50.000, sedangkan kakap putih perkilonya Rp 70.000. Ia juga menyatakan, permintaan terhadap ikan kerapu dan ikan kakap putih sangat tinggi di Kota Ambon, namun pihaknya tidak mampu memenuhi permintaan pasar yang lebih besar.“Untuk sementara kita melayani permintaan dari sejumlah restoran di Kota Ambon dulu, permintaan begitu sementara persediaan kita masih terbatas,” kata Daeng.
Hasil panen ikan di keramba terapung ini juga dinikmati kelompok masyarakat di daerah sekitarnya yang ikut dalam pengelolaan budidaya ikan di keramba itu.
Program keramba ini hasil kerjasama Kodam Pattimura dengan berbagai pihak yakni, Balai Budidaya Perikanan, SUPM Waiheru dan perbankan di Kota Ambon. Selain di Kota Ambon, keramba terapung program emas biru Kodam 16 Pattimura juga ada di Pulau Seram. ADI