HUT Kabupaten Buru ke 17 Berlangsung Meriah

by
Tarian sawat kolosal dipentaskan saat HUT Kabupaten Buru ke 17 di Lapangan Pattimura Namlea Rabu (12/10).

NAMLEA-Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Buru ke 17 di Lapangan Pattimura Kota Namlea Rabu (12/10) berlangsung meriah. Ribuan warga ikut menghadiri perayaan ini. Perayaan ditandai pemotongan nasi tumpeng oleh Bupati Buru Ramly Umasugi, didampingi istrinya. Dalam perayaan ini juga dimeriahkan tarian sawat kolosal dari 300 penari, parade tifa damang palu. Atraksi tarian kolosal sawat, musik tradisional Maluku ini memukau undangan dan warga.
Bupati saat memberikan sambutan menyatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru terus membangun berbagai sarana sehingga dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Ia juga menyatakan, kedepan Pemkab Buru menggelar promosi budaya dan wisata alamnya melalui ajang Festival Pesona Bupolo. Dan di tahun 2017 nanti, sesuai agenda Dinas Pariwisata Pemkab Buru, akan digelar festival dengan tema Dana Rana Menyapa Dunia. Dana Rana menjadi icon dan destinasi Kabupaten Buru, untuk menarik wisatawan berkunjung ke daerah itu.
HUT Kabupaten Buru kali ini merupakan yang terakhir pada periode kepemimpinan Ramly dan Wakil Bupati Djuhana Soedrajat. Karena itu lewat momentum ini Ramly juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Buru jika selama periode kepemimpinannya terjadi kesalahan, kehilapan dan kekurangan. Hadir dalam perayaan ini unsur Muspida Kabupten Buru dan ratusan undangan lainnya. Usai perayaan, digelar makan patita di kawasan Kantor Bupati Buru dengan panjang sekitar 3 KM yang melibatkan ribuan warga Kota Namlea.
Usai makan patita, Rabu sore digelar karnaval dan kirab budaya rakyat nusantara yang dilepas Bupati Ramly di Jalan Ahmad Yani, kemudian melintasi jalan – jalan utama di Kota Namlea. Peserta karnaval berasal dari suku-suku di seluruh Indonesia termasuk daerah – daerah di Maluku yang tinggal di Kabupaten Buru. Peserta karnaval menggunakan busana khas daerahnya. Bupati menyatakan, karnaval dan kirab budaya ini menunjukan, Kabupaten Buru adalah rumah bagi seluruh suku, agama, adat istiadat dan daerah-daerah di Indonesia.
Dalam kesempatan ini, bupati membaur dan menyapa warga di jalan – jalan. “Dengan berbagai kegiatan HUT Kabupaten Buru ini kita ingin tunjukan kalau Buru memiliki potensi wisata yang lengkap. Baik alam, pantainya, budaya, senjarahnya dan wisata kulinernya. Berbagai kegiatan jelang HUT, selain untuk promosi wisata juga untuk mengibur warga di Buru,” kata Bupati. ADI