Imigrasi Ambon Razia Orang Asing di Hotel Mewah

by
Petugas Imigrasi Ambon memeriksa dokumen keimigrasian WNA di sebuah hotel pada Kamis (27/10) malam.

AMBON-Petugas Imigrasi Kelas I Ambon menggelar razia warga negara asing (WNA) di sejumlah hotel mewah di Kota Ambon pada Kamis (27/10) malam hingga Jumat (28/10) dinihari. Petugas Imigrasi awalnya mendatangi Swiss-belhotel dan meminta daftar tamu WNA dari reception hotel. Petugas Imigrasi bersama petugas hotel langsung mendatangi kamar – kamar hotel WNA, dan memeriksa dokumen keimigrasian mereka. Kebanyakan tamu WNA adalah pasangan suami istri yang melakukan kunjungan wisata ke Maluku. Selain di Swiss-belhotel, petugas juga merazia dokumen keimigrasian WNA yang nginap di Hotel Mutiara, Hotel Amans,Pacific dan sejumlah hotel lainnya. Petugas juga merazia WNA di sejumlah tempat hiburan malam.
Razia ini juga dipantau langsung Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Maluku, Priyadi dan pejabat dari Dirjen Imigrasi Kementrian Hukum dan HAM. Operasi digelar serentak di seluruh Indonesia yang dilepas Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly melalui video teleconference, Kamis malam, dalam rangka pengawasan keimigrasian terhadap keberadaan dan kegitaan warga asing di Indonesia.
Dan di wilayah Maluku digelar oleh petugas Imigrasi Kelas I Ambon dan Imigrasi Tual. “Operasi ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka melakukan pengawasan dan penegakan hukum keimigrasian terhadap warga asing di wilayah Indonesia,” kata Priyadi di sela – sela razia yang juga melibatkan aparat TNI/Polri itu. Ia menyatakan, razia sengaja digelar di hotel-hotel ternama di Ambon, karena selama ini WNA tinggal di tempat tersebut.
Ia menyatakan jika saat razia ditemukan ada warga asing yang tidak memiliki dokumen keimigrasian langsung dilakukan penegakan hukum oleh petugas, setelah itu diproses untuk dipulangkan ke negara asalnya.
“Bagi orang asing yang melanggar aturan keimigrasian, dapat dikenakan tindakan administrasi keimigrasian maupun sanksi pidana, termasuk dideportase ke negara asalnya,” katanya. Namun menurut Priyadi dalam razia yang berlangsung hingga Jumat dinihari, dari puluhan WNA yang diperiksa, semuanya memiliki dokumen keimigrasian. Para WNA itu kebanyakan berasal dari Belanda, Malaysia dan Jepang, yang tengah berwisata di Maluku. Razia ini juga digelar dalam rangka menyambut hari Imigarsi. (ADI)