Dua Kapal Pencuri Ikan Asal China Ditenggelamkan di Pantai Morella

by
KM. SINO 26 dan KM. SINO 35 yang ditenggelamkan di Lepas Pantai Negeri Morella Leihitu pada Sabtu (1/4). FOTO : ADI (TERASMALUKU).

AMBON-  Dua kapal asing yang melakukan pencuri ikan (ilegal fishing) ditenggelamkan Perairan Pantai Negeri Morella Kecamatan Leihitu  Kabupaten Maluku Tengah (Malteng)  Sabtu (1/4). Penenggelaman dua kapal ikan asal China  itu  dipimpin langsung Menteri Kelautan dan Perikanan,  Susi Pujiastuti selaku Ketua Satuan Tugas  Pemberantasan  Penangkapan  Ikan Secara Ilegal (Satgas 115).

Dua kapal tersebut adalah  KM.  SINO  26 dan SINO 35 yang ditangkap di Laut Arafuru pada medio Desember 2014. Keduanya ditenggelamkan    dengan cara diledakan oleh pasukan Katak Lantamal IX Ambon.  Sebelum diledakan, Menteri Susi yang didampingi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda (Laksda) Achmad Taufiqoerrochman, Gubernur  Maluku Said Assagaff, Pejabat dari Mabes Polri dan Kejaksaan Agung, menyampaikan hitung mundur  hingga ke angka satu dan dengan lantang menyatakan  perintah “tenggelamkan”.

Dalam hitungan detik, dua kapal yang berada di depan Menteri Susi,  sekitar satu  kilometer di lepas Pantai Morella  meledak. “Boom” dan kapalpun memuntahkan kobaran api dan asap hitam  mengepul. Susi dan tamu udangan serta warga  pun bertepuk sorak. Susi menyatakan, dua kapal tersebut ditenggelamkan  karena sudah  memiliki kekuatan hukum tetap  berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI.

“Saya memberikan apresiasi kepada aparat  penegak hukum, Kepolisian, TNI AL,   Pengadilan Perikanan   Ambon dan seluruh jajaran yang akhirnya memutuskan sebuah kebijakan yang berkeadilan untuk negara ini. Dan hari ini kita bisa tenggelamkan dua kapal ini,” kata Susi.

Dua Kapal yang ditenggelamkan itu merupakan bagian dari sepuluh kapal yang ditangkap karena melakukan pencurian ikan di laut Arafuru, Maluku sejak 2014. Dari sepuluh kapal itu, tiga kapal sudah memiliki kekuatan hukum tetap.  Namun hanya KM. SINO 26 dan KM. SINO  35 yang ditenggelamkan,  sedangkan KM. SINO 36 dirampas untuk Negara Indonesia, dan dibuat Musium Ikan di Kota  Bandung.

”Saya berharap setelah ini, proses hukum  tujuh kapal lainnya cepat selesai sehingga memiliki kekuatan hukum tetap,” kata Susi. Dalam waktu yang bersamaan, Menteri Susi juga memimpin penenggelaman 79 kapal pencuri ikan di sebelas titik di wilayah Indonesia. Bila ditotalkan dengan Morella, lokasi penenggelaman berjumlah 12 titik dengan kapal 81 buah.

Menteri susi menyatakan, penenggelaman kapal pencuri ikan ini untuk menunjukan Kedaulatan Indonesia di laut. Maluku sengaja dipilih sebagai lokasi komando penenggelaman kapal untuk memberikan semangat bagi aparat penegak hukum agar selalu waspada dan tegas terhadap pelaku pencuri ikan.  Wilayah Maluku menurut Menteri Susi  masih rawan atas pencurian ikan terutama nelayan asing.

“Saya sengaja memindahkan komando penenggelaman 81 kapal di Maluku yang serentak dilakukan di 12 titik di Indonesia karena ingin menunjukan bahwa di Maluku Pemerintah Indonesia tetap berdaulat dan NKRI tidak boleh kalah oleh mafia illegal fishing,” kata Susi.

Menteri Susi juga memutuskan untuk ditenggelamkan di Desa Morella karena sesuai dengan janjinya saat berkunjung di Desa Mamala dan Morella beberapa waktu lalu.  Saat  itu warga meminta kepadanya untuk memiliki rumpon.

“Saya menepati janji saya dengan menyerahkan dua kapal yang ditenggelamkan untuk manjadi rumpon di Negeri Mamala dan Morella,” kata Menteri Susi. Ia berharap, dua kapal tersebut bisa menjadi tempat rumah ikan dan tempat persinggahan bagi ikan. Sehingga dapat mengundang para pemancing dan para penyelam wisata. (IAN/ DED)