Gubernur Sebut Lawan Korupsi Harus Diawali Dari Diri Sendiri

by
Sekda Maluku Hamin Bin Thahir bersama Jaksa Agung Muda Intelijen M. Adi. Toegarisman usai Sosialisasi TP4P di Islamic Center Selasa (25/7). FOTO : HUMAS PEMPROV MALUKU

 

TERASMALUKU.COM-AMBON- Perlawanan terhadap gejala korupsi harus diawali dari diri sendiri. Kita harus sadar dan bangkit melawan gejala korupsi, yaitu dimulai dengan mengendalikan diri kita.  Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Maluku Said Assagaff, dalam sambutan tertulisnya, yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Hamin Bin Thahir dalam  Sosialisasi Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan (TP4P) pada Pemerintah Provinsi Maluku oleh Jaksa Agung Muda Intelijen M. Adi. Toegarisman di Islamic Center Ambon, Selasa (25/7).

“Kita harus mengendalikan diri, bahwa Tuhan telah mencukupi apa yang dibutuhkan oleh insan manusia. Sebaliknya setiap manusia harus sadar dan mengucap syukur atas segala sesuatu yang diberikan oleh Tuhan,” kata Gubernur.   Upaya pencegahan korupsi, disebut Gubernur, lebih baik dari pada upaya mengobati. Maka kita harus konsekuen pula melakukan upaya yang maksimal melakukan pencegahan disamping tentu memeranginya. Gubernur mengingatkan, korupsi merupakan suatu fenomena yang sering terjadi dalam suatu bentuk organisasi, mulai dari susunan yang paling kecil hingga organisasi berupa negara.

“Korupsi dapat dimisalkan sebagai penyakit masa lalu yang terus menjakiti hingga masa sekarang, dan apabila tidak ditanggulangi dengan serius akan terus terjadi di masa depan yang bahkan menjadi penyakit kronis yang menggurita dan berkembang biak sampai ke sel sel tulang sumsum kehidupan berbangsa di negeri yang kita cintai ini,” tuturnya.

Pada kenyataannya, menurut Gubernur, korupsi memang telah menjadi beban yang berat bagi bagi bangsa. Korupsi merusak kinerja pelayanan publik, dan bahkan korupsi ikut merusak tatanan, sikap mental serta orientasi kita sebagai bangsa. Setiap unsur masyarakat termasuk penyelenggara negara, disebut Gubernur, harus senantiasa memiliki kepedulian yang besar terhadap isu-isu korupsi, di manapun ia berada.

“Pemberantasan korupsi bukanlah pekerjaan mudah dan sesaat, perlu ada sinergi dan kerjasama antara semua pihak. Selain itu yang sangat penting adalah adanya political will dari semua pihak untuk sadar bahwa tindakan korupsi adalah tindakan amoral yang merugikan negara dan merugikan banyak pihak,” tandasnya.

Hal seperti ini, tambah Gubernur, kiranya dapat dijadikan cermin dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di masing-masing daerah. Sehubungan dengan itu, dia mengimbau, hendaknya, fokus perhatian kita tetap utuh dalam upaya mencegah dan memberantas korupsi di masing-masing daerah.  “Korupsi adalah musuh kita bersama. Perang melawan korupsi dapat menjadi ujung tombak untuk mengadakan perbaikan yang lebih luas dalam tubuh pemerintah daerah,” tandasnya.

Gubernur berharap, kegiatan sosialisasi ini dapat berdampak pada keterpaduan dan kesatuan gerak dalam mewujudkan penyelenggara pemerintahan yang bebas dari korupsi melalui perluasan penyebaran informasi.  Kegiatan sosialisasi TPAP yang melibatkan beragam penyelenggara negara ini, disebutnya, akan lebih efektif jika berkembang menjadi gerakan sosial anti korupsi. “Gerakan sosial anti korupsi akan lebih efektif jika terlembaga dengan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi. Untuk itu saya ingin mengajak semua kalangan untuk mengambil bagian dalam gerakan sosial anti korupsi,” tandasnya.

Dia menyebutkan, kehendak pemerintah untuk memerangi korupsi, tercermin dari telah digulirkannya beberapa peraturan perundangan, seperti UU No 31 Tahun 1999 Jo UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Perpres No. 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang Tahun 2012 – 2025 dan Jangka Menengah Tahun 2012- 2014.

Biarpun begitu, menurut Gubernur, korupsi tetap saja ada di sekeliling kita, bahkan korupsi sudah masuk wilayah pribadi kita, walaupun demikian niat baik untuk mencegah dan memberantas korupsi tidak boleh surut.  “Minimal dimulai dari diri kita sendiri dengan memberikan contoh yang baik pada keluarga kita sendiri,” tegasnya. (ADI)