TERASMALUKU.COM,-TUAL-Pengadilan Negeri (PN) Tual mengeksekusi lahan di kawasan Jalan Panglima Mandala Dusun Mangon Kecamatan Dullah Selatan Kota Tual Rabu (2/8). Proses eksekusi sempat diwarnai kericuhan. Puluhan warga pemilik rumah menghadang petugas eksekusi dari PN Tual yang mendapat pengawalan ratusan personil Polres Maluku Tenggara, Brimobda Kompi D Tual, Kodim 1503 Tual dan Satpol PP Kota Tual.
Warga memblokir kawasan jalan menuju lahan yang akan dieksekusi tersebut. Kapolres Maluku Tenggara AKBP Agusriyanto dan Komandan Kodim 1503 Tual, Letkol Arh Hilarius Karnedi juga bernegosiasi dengan Raja Kur Kur Kilmas Abdul Basri Maswatu dan warga pemilik rumah. Namun upaya warga ini tidak membuahkan hasil.
Eksekusi akhirnya berhasil dilakukan setelah aparat keamanan menghalau warga. Sebelum eksekusi dilakukan, Panitera PN Tual I Wayan Artawan membacakan putusan Mahkamah Agung (MA) RI atas lahan sengketa antara M.Rais Tamnge, selaku penggugat melawan Umar Rettob dan kawan-kawan selaku tergugat.
Wayan menyebutkan, eksekusi ini berdasarkan putusan MA bernomor 3163 K/PDT/2015 dengan perkara kasasi perdata antara Rais Tamnge melawan Umar Rettob dan kawan-kawan. “Atas putusan MA tersebut sehingga kami atas bantuan aparat keamanan melakukan eksekusi lahan tersebut,” kata Wayan.
Salah satu pemuda dari pihak tergugat, Kifli Madamar menyatakan, Kota Tual dikenal sebagai kota adat, maka sengketa lahan tersebut juga harus diselesaikan secara adat. “Kita berharap harus diselesaikan secara adat bukan dengan cara seperti ini,” katanya.
Dalam eksekusi ini, satu alat berat dikerahkan untuk merobohkan 16 rumah warga di atas lahan tersebut. Sejumlah warga pemilik rumah terutama ibu – ibu tak kuasa menahan sedih saat melihat rumah mereka dirobohkan dengan alat berat. Warga lainnya yang datang ikut membantu menyelamatkan barang warga pemilik rumah. (AS)