Koramil Waeapo Dan Satpol PP Bongkar Pengolahan Emas Ilegal Haji Komar

by
Aparat Koramil Waeapo membongkar pengolahan emas ilegal dengan sistem tong sianida milik Haji Komar di Desa Wabloi Kabupaten Buru, Senin(21/8). FOTO : DOK. Koramil Waeapo

TERASMALUKU.COM,- AMBON- Aparat Komando Rayon Militer (Koramil) 1506-04  Waeapo membongkar pengolahan emas ilegal dengan sistem tong sianida milik Haji Komar di  Desa  Wabloi Kecamatan  Lolongguba Kabupaten  Buru, Senin(21/8).

Pembongkaran yang dipimping Danramil Waeapo Kapten Inf. Husen Malagapi ini juga melibatkan aparat  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buru.  Selain mereka, Kepala Desa Wabloi dan stafnya juga ikut bersama aparat TNI dan Sapol PP. Aparat merobohkan tempat pengolahan emas ilegal milik Haji Komar itu .

Pembongkaran ini dilakukan setelah empat ekor sapi ditemukan mati di Dusun Walmede tak jauh dari lokasi pengolahan emas dengan sistem  tong sianida pada Minggu (20/8). Diduga sapi-sapi  itu mati karena keracunan bahan kimia sianida dari limbah pengolahan emas sistem tong itu.

Pengolahan emas  sistem tong sianida tersebut sudah cukup lama beroperasi. Namun saat penertiban dan  pembongkaran itu, petugas tidak menemukan satu orang pun pekerja, termasuk pemilik tong sianida Haji Komar. Petugas juga  tidak menemukan peralatan yang digunakan untuk pengolahan emas sistem tong itu. Diduga Komar dan pekerja tambang ilegal itu  kabur setelah ditemukan empat ekor sapi mati

Namun dalam  pembongkaran dan penertiban itu, petugas menemukan material bercampur emas  yang  masih dalam proses pengolahan dan belum sempat dikeluarkan dari tempat pengolahan.  Di lokasi pengolahan terdapat tiga  unit tong yang masih terisi penuh dengan material tanah bercampur emas.

Selain itu juga ditemukan sekitar 1.000 karung material tanah bercampur emas di lokasi pengolahan itu. Terdapat juga ampas material sebanyak 800 karung yang belum dicurahkan.  Semua barang material sudah  diamankan  aparat keamanan.

“Pembongkaran dan penertiban ini dilakukan sebagai tindaklanjut laporan warga yang mendapati hewan ternak sapi milik masyarakat mati akibat meminum air limbah dari tempat pengolahan emas tersebut,” kata Komandan Kodim (Dandim) 1506/Namlea Letkol Kav Sindhu Hanggara  dalam siaran pers Penerangan Korem 151 Binaiya yang diterima Terasmaluku.com, Senin (21/8) malam.

Sindhu  meninjau lokasi penertiban tempat pengolahan emas ilegal milik Haji Komar itu.  Ia menyatakan, selain melanggar aturan kegiatan pengolahan emas ilegal  metode tong milik  Komar  juga menyebabkan pencemaran lingkungan dan berakibat fatal bagi kesehatan manusia dari limbah pengolahan menggunakan bahan  kimia itu.

“Kami melaksanakan penertiban dan pembersihan lokasi penambangan emas tanpa ijin karena disinyalir banyak bermunculan penambangan atau pengolahan emas tanpa ijin yang menggunakan zat-zat kimia yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan,” kata Dandim Sindhu.

Ia juga menyatakan,  saat ini tempat pengolahan emas secara ilegal  banyak  bermunculan di sekitar pemukiman warga di dataran Waeapo. Dan jika dibiarkan akan memberi dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan disekitarnya.

“Hasil temuan berupa material zat kimia dan barang-barang pengolahan emas selanjutnya diserahkan ke pihak kepolisian setempat untuk diproses lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku,” kata Sindhu. (ADI)