Komunitas Gambar Sketsa Maluku Gelar Exhibition, Ajarkan Siswa Buat Sketsa Gambar

by
Puluhan pelajar membuat sketsa gambar dan mewarnai gambar yang telah di sketsa dalam ajang pameran dan workshop yang digelar Maluku Sketchwalk (MSW) Senin (28/8). FOTO : ALFIAN SANUSI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Komunitas gambar sketsa,  Maluku Sketchwalk (MSW) menggelar pameran dan workshop atau  Maluku Sketchwalk Exhibition dan Workshop 2017 di Ambon City Center (ACC) Senin (28/8). Dalam ajang ini, komunitas MSW mengajarkan puluhan pelajar  SD, SMP hingga SMA membuat sketsa gambar dan mewarnai gambar yang telah di sketsa.

Selain mengajarkan para pelajar cara membuat sketsa yang baik, MSW  juga memamerkan puluhan hasil karya sketsa yang dibuat dari beberapa tempat berbeda.  Kegiatan akan berlangsung hingga Kamis (31/8).

Ketua MSW Linley Jerry Pattinama dalam sambutatnya mengatakan, pameran ini bagi Maluku Sketchwalk, pertanda  satu tahun kehadiran komunitas ini di  Maluku. Menurutnya, khasanah budaya di Maluku yang sarat dengan nilai-nilai tradisi dan cerminan kehidupan keseharian masyarakat, serta jejak peninggalan sejarah di pelosok pulau-pulaunya, memiliki potensi tersendiri untuk dikaryakan.

“Nuansa inilah yang memicu keinginan kami untuk mengabadikannya ke dalam karya-karya sketsa gambar yang kami buat,” kata Pattinama. Ia menyatakan, karya-karya sketsa yang dibuat itu berdasarkan hasil foto teman-teman atau langsung menggambar apa yang saksikan,  dengan cara menangkap objek secara langsung di lokasi.

“Kita buat sketsa itu berdasarkan foto jepretan atau biasa kami menyebutnya live sketch (sketsa langsung),” katanya.  Ia mengakui, pembuatan gambar live-sketching ini sangat menuntut waktu pengerjaan yang lebih lama di suatu lokasi, dengan pengamatan yang lebih seksama.

“Dalam proses berkarya seperti ini terjadi interaksi antara sketcher atau orang yang membuat sketsa dengan objek sketsa serta lingkungannya, mulai dari orang, benda, tumbuhan, hewan, makanan, bangunan atau bahkan interaksi juga terjadi dengan kota dimana proses sketsa berlangsung. Hal ini tentu meninggalkan cerita-cerita yang berkesan dan beragam bagi sketcher,” ujar Pattinama.

Ia mengungkapkan, dalam pameran ini ditampilkan 72 karya dari 16 sketcher. Latar belakang para sketcher yang beragam melahirkan karya yang beraneka pula. Tentu, lanjut  Pattinama, ini menjadi sangat menarik, jika dilihat dari perbedaan ketertarikan dalam memilih objek sketsa yang menjadi kekayaan karya komunitas ini.

“Pemilihan objek sketsa yang dipamerkan menjadi menarik untuk dibahas, bangunan agaknya menjadi pilihan favorit untuk ditampilkan para sketcher dalam pameran ini,” katanya.

Menurutnya, tidak perlu ada waktu khusus untuk kegiatan mensketsa, kegiatan sketching bisa dilakukan kapan saja dan dimana pun para sketcher berada. Kegiatan ini juga digelar untuk memperingati HUT RI  dan HUT Provinsi Maluku yang ke 72. Komunitas ini juga akan memeriahkan Pesta Rakyat Banda pada Oktober nanti. (IAN)