Pempus-Unpatti Gelar Rembuk Nasional, Bahas Kemaritiman Dan Kelautan Maluku

by
Ketua rembuk nasional Firdaus Ali saat memberikan paparan rembuk nasional di Kampus Unpatti Ambon, Jumat (15/8). FOTO : ADI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pemerintah pusat (Pempus) lewat kementerian terkait bersama Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar rembuk nasional membahas bidang Kemaritiman dan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan di Gedung Rektorat Unpatti Ambon, Jumat (15/9).

Rembuk atau forum diskusi antar pemangku kepentingan baik Pempus, akademisi dan daerah ini dibuka langsung Rektor Unpatti Ambon, Prof Dr. M.J. Sapteno, SH,M.Hum, yang dihadiri pejabat utama Kementerian Koordinator Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR dan Kementerian Pariwisata.

Dalam sambutannya, Rektor Unpatti mengatakan, rembuk nasional berlangsung di 16 Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia. Dan Unpatti menjadi tuan rumah rembuk nasional membahas bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Kelautan Maluku.  Ia berharap, rembuk nasional ini dapat merumuskan sejumlah masalah di bidang tersebut untuk selanjutnya dibawa ke rembuk nasional di Jakarta pada 25 Oktober nanti.

“Diharapkan rumusan hasil rembuk dari Unpatti di bidang kemaritiman dan pengelolaan sumber daya kelautan ini dapat dieksekusi oleh pemerintah pusat sehingga berguna bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Maluku,” kata Rektor.

Ketua rembuk nasional Firdaus Ali menyatakan, rembuk nasional di daerah lewat PT ini merupakan cara terbaik Presiden Joko Widodo untuk menangkap aspirasi dan detak jantung rakyat di daerah. Dari 16 PT, Unpatti merupakan lokasi kedua rembuk nasional di daerah setelah Universitas Sriwijaya Palembang.

Menurut Firdaus yang juga staf Kementerian PUPR menyatakan, lewat forum rembuk ini, Presiden berharap kalangan PT, akademisi, mahasiswa dan pemangku kepentingan di daerah dapat mengevaluasi kinerja kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (JK) selama tiga tahun. Apakah kebijakan Presiden berdampak positif dan dirasakan masyarakat terutama Provinsi Maluku atau tidak, serta apa kebijakan yang belum tercapai.

“Rembuk ini diharapkan mengevaluasi capaian yang dijalankan Presiden Jokowi selama tiga tahun memimpin dan membahas setiap masalah yang belum dilakukan Presiden, sehingga bisa diambil langkah-langkah kongkrit dalam dua tahun sisa masa kepemimpinan Presiden Jokowi untuk pembangunan terutama di Maluku,” kata Firdaus.

Ia juga menyatakan rebuk daerah bukan sebuah forum diskusi biasa tapi forum diskusi untuk mendeteksi setiap masalah kemudian dicari sosulisinya hingga melahirkan rumusan hasil rembuk Unpatti. Dan hasilnya akan disampaikan ke Presiden Jokowi untuk segerah diambil langkah secepatnya.

“Hasil – hasil rembuk daerah ini akan dibawa ke Jakarta, dibahas di rembuk nasional pada 25 Oktober yang dipimpin langsung Presiden Jokowi. Hasil – hasil rebuk daerah ini bahkan lebih dipercaya daripada hasil keputusan pihak terkait lainnya,” kata Firdaus.

Dalam rembuk ini menghadirkan sejumlah pemateri yakni, Pangdam 16 Patimura Mayjen TNI Doni Monardo, Kadis Kelautan dan Perikanan Maluku, Romeleus Far-Far, dosen Unpatti, Marcus Tukan, Pusat Studi Maritim Unpatti, Titie Prapti Otami dan pejabat dari kementerian terkait. (IAN)