Film Dokumenter Pendayung Terakhir Karya Mahasiswa Maluku Juarai UCIFEST 8

by
Direktor of Photografi (DOP) Pendayung Terakhir, Husni M. Tokomadoran (tengah) saat menerima penghargaan di Kampus UMN, Kamis (23/11). FOTO : Dok. Husni

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Film Dokumenter Pendayung Terakhir yang disutradarai mahasiswa IAIN Ambon, Ali Bayanudin Kilbaren menjuarai festival bertaraf nasional, Ucifest Ke 8 Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Animation & Film Festival, sebagai film dokumenter terbaik kategori mahasiswa.

Direktor of Photografi (DOP) Pendayung Terakhir, Husni M. Tokomadoran mewakili sutradara mengambil penghargaan  di Kampus UMN, Kamis (23/11. Husni yang juga mahasiswa IAIN Ambon ini mengungkapkan rasa syukur atas anugrah film dokumenter terbaik yang diberikan kepada mereka. “Juara ini merupakan langkah awal bagi komunitas film di Maluku untuk terus berkarya dalam bidang film,” kata Husni kepada Terasmaluku.com, Jumat (24/11).

Ia mengungkapkan, selain Pendayung Terakhir, ada lima film lainnya yang juga lolos nominasi untuk kategori dokumenter mahasiswa. Yakni Wiwitan (Rizki Guntari Septian) dan Ojek Lusi (D. Winner M. Wijaya), Arsa Bintang Candra (Ainul Fikri), Passion Before Toe (Calvionita S.).

Film  Pendayung Terakhir merupakan satu dari 260 film yang terdaftar di UCIFEST-UMN dan berhasil lolos setelah melewati proses kurasi. Film Pendayung Terakhir bercerita tentang kehidupan Arif Ren’el (56), yang menafkahi keluarganya dengan hasil mendayung perahu di Desa Poka-Desa Galala Kota Ambon.

Namun, sejak Jembatan Merah Putih (JMP)  yang membentang di Teluk Ambon dari Galala dan Poka, diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada April 2016 lalu, pendapatan Arif dan 200 kepala keluarga lainnya menurun drastis. Pendapatan Arif dan pendayung perahu lainnya berkurang,  karena warga lebih memilih  melintasi JMP.

“Mungkin dengan adanya film ini, pemerintah bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat (pendayung perahu), agar mereka punya penghasilan yang baik dan mampu membiayai pendidikan anak-anak mereka,” katanya.

Selain mengikuti UCIFEST-UMN, mahasiwa jurnalistik Semester IX IAIN Ambon ini menargetkan, Pendayung Terakhir juga mengikuti Festival film Denpasar (FFD) di Bali pada Mei 2018 mendatang. (IAN)