Survei SDI : SANTUN 47,50 %,  HEBAT 26,50 %  dan MAS BRO 10,33 %

by
Direktur SDI Barkah Pattimahu menjelaskan hasil survei lembaganya terkait potret dukungan dan elektabilitas tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku kepada kepada wartawan, Minggu (24/12). FOTO : ADI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Lembaga Survei Sinergi Data Indonesia (SDI), Minggu (24/12) mempublikasi temuan survei potret dukungan dan  elektabilitas tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur menjelang Pilkada Maluku 2018.

Direktur SDI Barkah Pattimahu mengungkapkan, hasil survei yang digelar sejak 12 hingga 20 Desember 2017 di 11 kabupaten/kota, pasangan  Gubernur dan Wakil Gubernur, Said Assagaff dan Andre Rentanubun atau SANTUN, masih unggul dari dua pasangan  Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, yakni Murad Ismail – Barnabas Orno (MAS BRO) dan Herman Koedoeboen – Abdullah Vanath (HEBAT).

Survei menggunakan metode multistage random sampling melalui  wawancara tatap muka dengan  responden 600 orang, margin of error 4,08 persen. Menurut Barkah, temuan survei menunjukan Said Assagaff dan Andre Rentanubun (SANTUN) mengungguli dua pasangan lainnya.

“Temuan survei SDI menunjukan, jika Pilkada Maluku digelar saat ini, pasangan Said Assagaff dan Andre memperoleh dukungan 47,50 persen, Herman – Vanath memperoleh dukungan  26,50 persen, sedangkan Murad- Barnabas memperoleh   10,33 persen, sebanyak 15,17 persen belum memilih,” kata Barkah dalam keterangan   pers, di The City Hotel Ambon, Minggu (24/12).

Barkah juga  menegaskan SDI adalah konsultan politik pasangan SANTUN. Barkah mengatakan, hasil survei  elektabilitas tiga calon Gubernur Maluku, Said Assagaff masih bersinar, masih yang  teratas dari pilihan pemilih. Said Assagaff,  sang petahana memiliki elektabilitas 49,50 persen, Herman Koedoeboen 20,50 persen  dan elektabilitas Murat Ismail, 10,83 persen.

Barkah menegaskan jika Pilkada Maluku hanya diikuti dua pasangan calon, head to head  antara SANTUN dan MAS BRO, hasil survei menyebutkan, SANTUN memperoleh 59,33 persen, dan MAS BRO memperoleh 15,83 persen, dengan rahasia, tidak tau atau tidak jawab 24,83 persen.

“Kita  juga survei seandainya  SANTUN head to head dengan HEBAT, hasil survei SANTUN 54,17 persen, sedangkan HEBAT 27,17 persen, sedangkan rahasia, tidak tau dan tidak jawab 18,66 persen. Tapi kan tidak mungkin MAS BRO tidak ikut Pilkada, karena sudah mengantongi rekomendasi dari sebagian besar Parpol,” kata Barkah.

Jika Pilkada hanya  diikuti pasangan SANTUN dan MAS BRO, maka menurut Barkah, pemilih di Pulau – Pulau  Lease dan Pulau Seram sangat menentukan  kemenangan SANTUN atau MAS BRO. “Kenapa pemilih Lease dan Seram sangat menentukan, karena dari calon tidak ada figur dari Pulau- Pulau  Lease dan juga Pulau Seram, itu kalau  HEBAT tidak  lolos,”kata Barkah, yang mengakui sangat bersyukur jika HEBAT lolos ikut Pilkada Maluku.

Menurut Barkah, hasil survei menunjukan 54,00 persen masyarakat pemilih  Maluku menginginkan Said Assagaff kembali menjadi gubernur. Lalu mengapa Said Assagaff masih unggul ?,  Barkah mengungkapkan, popularitas Assagaff diatas 90 persen dengan tingkat kesukaan 84,12 persen. Sedangkan calon lain menurut Barkah masih dibawa 60 persen. Selain itu menurut Barkah, mayoritas pemilih puas dengan kinerja Said Assagaff sebagai gubernur.

”Hasil survei, pemilih yang puas mencapai 84 persen, dibawa 15 persen yang tidak puas. Kepuasan publik atas  kinerja Said Assagaff terhadap aspek pembangunan sangat baik, yakni aspek keamanan, pendidikan, transportasi laut, pelayanan kesehatan, transportasi darat, komunikasi serta  semua aspek dinilai positif diatas 50 persen,” katanya.

Terkait kepribadian, menurut Barkah, pemilih menilai kepribadian Said  Assagaff  lebih baik dari calon lainnya. Diantaranya, jujur, dekat dengan rakyat, tegas, pintar, taat beribadah dan mampu menyelesaikan masalah. Selain itu, hasil survei  lebih banyak pemilih menginginkan gubernur dari latar belakang birokrat ketimbang figur dari politisi, pengusaha, akademisi atau polisi.

Barkah mengungkapkan, hasil survei  ternyata   isu gubernur baru dan kemiskinan  yang dilontarkan  calon  lain  tidak mampu merubah dukungan kepada Said Assagaff. “Isu kemiskinan juga tidak punya efek elektoral menurunkan suara Said Assagaff,” katanya.

Namun Barkah juga  mengakui, Said Assagaff bisa dikalahkan jika   blunder politik dilakukan kandidat atau tim petahana. Selain itu, Assagaff dapat  dikalahkan jika ada isu baru yang lebih kuat digunakan kompetitornya, serta jika sang petahana itu lemah dari sisi strategi kampanye. “Selama kondisi masih normal saja, maka Said Assagaff masih akan unggul sampai hari pemilihan,” kata Barkah. (ADI)