Warga Yang Sudah Menikah Namun Masih Dibawah  17 Tahun Punya Hak Pilih

by
Ketua Bawaslu Maluku Abdullah Ely bersama komisioner Bawaslu Maluku lainnya menggelar jumpa pers di kantornya, Rabu (24/1). FOTO : ALFIAN SANUSI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi  Maluku meminta  KPU Maluku memperhatikan hak pilih warga yang sudah menikah, namun masih dibawah usia 17 tahun. Karena pemilih yang sudah menikah harus mempunyai hak pilih walaupun usianya belum mencukupi.

Ketua Bawaslu Maluku Abdullah Ely dalam keterangan pers di Kantor Bawaslu Maluku, Rabu (24/1) mengungkapkan, pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih yang tengah berlangsung, penduduk sudah menikah namun belum berusia 17 tahun harus didata karena  memiliki hak pilih.

“Kami akan merekomendasikan hal itu kepada KPU untuk ditindak lanjuti dalam melakukan Coklit data pemilih yang sementara berlangsung, agar KPU bisa secara langsung memberikan intruksi kepada petugas pemutahiran data pemilih  (PPDP) memperhatikan  warga penduduk bersangkutan agar bisa menggunakan hak pilihnya, ” kata Ely.

Ia mengungkapkan, dari hasil penelitian Bawaslu Maluku terkait penduduk yang sudah menikah dibawah usia 17 tahun yang telah dirincikan, di 11 Kabupaten/Kota se Maluku berjumlah sebanyak 43 orang. Dan Daftar Penduduk Potensial  Pemilih Pemilu (DP4) Tahun 2018 dari data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kementerian Dalam Negeri   berjumlah 1.278.857 orang.

Ely juga mengatakan, dengan banyaknya jumlah DP4, KPU harus memastikan PPDP yang melakukan Coklit benar-benar datang secara langsung kepada yang penduduk potensial termasuk warga yang sudah menikah namun masih dibawa 17  tahun. Sebab itu merupakan hak pilih yang mestinya digunakan dalam Pilkada Maluku 27 Juni  2018. “Kalau masalah ini tidak diperhatikan oleh KPU secara serius maka akan sangat berpengaruh pada penyalahgunaan hak pilih orang lain, ” paparnya.

Seperti diketahui saat ini KPU tengah menggelar gerakan Coklit data pemilih sesuai DP4 yang diserahkan Kemendagri ke KPU Maluku. Coklit akan berlangsung hingga 18 Februari 2018. Dalam masa Coklit ini,  PPDP tingkat desa mendatangi warga  untuk melakukan pendataan data pemilih.

Karena itu Bawaslu meminta KPU Maluku untuk memperhatikan agar semua penduduk potensial, mulai dari yang sudah menikah meski belum berusia 17 tahun, purnawiran TNI/Polri, warga yang berusia 17 untuk didaftarkan sebagai pemilih. Sebaliknya petugas juga  mencoret  nama orang yang meninggal dunia  namun masih terdaftar serta  pemilih yang sudah menjadi anggota TNI/Polri. (IAN)