Ratusan Warga Ambon Ikut Pelatihan Pemadam Kebakaran

by
Sekot Ambon menyematkan tanda peserta kepada perwakilan relawan yang mengikuti latihan Pemadam Kebakaran (Damkar) di Lapangan Mandala Karang Panjang Ambon, Kamis (8/2). FOTO : ALFIAN SANUSI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Sebanyak 208 warga Kota Ambon mengikuti pelatihan relawan Pemadam Kebakaran (Damkar) Manise yang berlangsung di Lapangan Mandala Karang Panjang Ambon  Kamis (8/2).  Kegiatan ini digelar  untuk melatih para relawan Damkar Manise  di  Kota Ambon agar tanggap jika terjadi musibah  kebakaran di lingkungan masing-masing.

Pelatihan relawan Damkar ini  dibuka oleh Sekretaris Kota Ambon A.G Latuheru. Ia mengungkapkan, relawan Damkar Manise ini merupakan unsur yang penting dalam membantu tugas dari dinas terkait. “Dinas Kebakaran tidak bisa mencapai standar minimal kalau hanya didukung oleh personil yang ada saat ini, sehingga harus ada tambahan dari tenaga relawan dan berbagai fasilitas tambahan,” katanya.

Para relawan Damkar Manise ini menurut Latuheru, tugasnya sama dengan personil pemadam kebakaran yang lain di Kota Ambon.  Karena menurut Latuheru,  relawan Damkar Manise yang direkrut itu adalah orang pertama yang harus ada di lokasi jika terjadi musibah  kebakaran. Sebab para relawan yang dilatih ini  akan ditugaskan di desa atau  kelurahan di wilayah Kota Ambon. “Baru pertama kali sejak Kota Ambon ini ada, kita merekrut relawan Damkar Manise, hal ini berarti Pemkot Ambon tidak tutup mata dam diam saja melihat kondisi yang terjadi,” kata Latuheru.

Sementara itu Kepala Dinas  Pemadam  Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon Edwin Pattikawa mengatakan, relawan Damkar ini akan dilatih beberapa hal. Diantaranya, mengenal sifat-sifat api, penanganan kebakaran di tempat tinggal masing-masing, mengatasi kebakaran dengan tabung gas.

“Kita melatih para peserta bukan hanya di dalam ruangan melainkan juga di luar ruangan dengan berbagai simulasi penanganan kebakaran,” kata Edwin. Ia berharap, para peserta pelatihan ini dapat menjadi peserta yang terlatih dalam menangani kebakaran di Kota Ambon. “Mereka harus menjadi ujung tombak kita di desa, kelurahan di Kota Ambon untuk mengatasi jika terjadi kebakaran,” tandasnya. (IAN)