Aparat TNI-Polri di Ambon Razia Bendera Negara Asing Peserta Piala Dunia Russia

oleh
oleh
Aparat Koramil 1504-02/Sirimau dan Polsek Sirimau menurunkan bendera negara asing peserta Piala Dunia 2018 atau Word Cup FIFA yang dikibarkan warga pada sejumlah lokasi di Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Kamis (21/6/2018). FOTO : DOK. KOREM 151/BINAIYA

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Aparat Koramil 1504-02/Sirimau bersama Polsek Sirimau menggelar swiping bendera negara asing peserta Piala Dunia 2018 atau Word Cup FIFA yang dikibarkan warga pada sejumlah lokasi di Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Kamis (21/6/2018). Dalam razia ini, aparat TNI dan Polri menurunkan bendera kebangsaan asing yang dikibarkan warga di pemukiman mereka.

Bendera dari berbagai  negara asing tersebut dikibarkan warga sebagai euforia piala dunia yang tengah berlangsung di Russia. Bahkan warga Kota Ambon, sangking antusiasnya, mereka mengibarkan bendera negara peserta pesta sepakbola empat tahun tersebut tidak hanya di depan rumah, tapi juga di pepohonan dan perbukitan. Bendera – bendera itu tersebut dikibarkan dengan ukuran beragam, mulai dari kecil hingga ukuran besar, 4 x 2,5 meter menjelang pesta piala dunia digelar 14 Juni lalu.

Aparat Koramil Sirimau beserta Polsek Sirimau langsung menurunkan bendera-bendera tersebut karena dianggap melanggar aturan pemerintah. Dalam swiping itu, belasan bendera negara asing diamankan aparat keamanan. Warga tidak bisa berbuat apa-apa saat aparat menurunkan bendera negara asing yang mereka kibarkan. “Kami berharap dengan adanya penertiban ini, masyarakat harus lebih cinta dan lebih menghargai Bendera Merah Putih, dimanpun dan sampai kapanpun guna menjunjung tinggi demi NKRI yang kita cintai Bersama,” kata Danramil Sirimau Mayor Ibrahim.

Sebelumnya Polda Maluku meminta warga untuk menurunkan sendiri bendera negara asing peserta Piala Dunia. Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat mengatakan pengibaran bendera negara asing di wilayah Republik Indonesia diatur di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1958 tentang penggunaan bendera kebangsaan asing. “Yang dimaksud dengan menggunakan bendera kebangsaan asing ialah mengibarkan, memasang dan membawa bendera itu di muka umum sesuai dengan Pasal 1 ayat 4,” jelasnya.

BACA JUGA :  Janji Lagi, Bupati dan Ketua DPRD Malteng Kirim Tim Atasi Krisis Air

Menurut Ohoirat, warga negara Indonesia dapat menggunakan bendera kebangsaan asing apabila terdapat kunjungan kepala negara atau perdana menteri negara tersebut. “Bendera negara asing boleh dikibarkan kecuali ada kunjungan negara itu dan atas ijin dari kepala daerah,” katanya. Ohoirat juga mengatakan, bendera kebangsaan asing dapat pula digunakan pada kesempatan-kesempatan lain jika bendera kebangsaan asing layak digunakan.”Seperti pada pertemuan-pertemuan internasional. Penggunaan bendera kebangsaan asing itu dilakukan pada tempat-tempat di mana diadakan pada kesempatan tersebut,” ujarnya.

Ohoirat menegaskan pengibaran bendera kebangsaan asing yang dilakukan warga Kota Ambon dan Maluku sebagai dukungan atau fans terhadap negara peserta piala dunia tertentu merupakan pelanggaran. “Bagi warga yang telah terlanjur mengibarkan, agar segera menurunkannya. Barang siapa melanggar ketentuan tersebut, dihukum dengan hukuman kurungan selama lamanya tiga bulan,” kata Ohoirat. (ADV/IAN)

No More Posts Available.

No more pages to load.