Jabatan Wakapolda Maluku Diserahterimakan

oleh
oleh
Dari kiri Brigjen Pol Hasanuddin, Kapolda Maluku Irjen Pol Andap Budhi Revianto, Wakapolda Maluku Brigjen Pol Akhmad Wiyagus bersama usai serahterimajabatan Wakapolda Maluku di ruang kerja Kapolda Maluku, Jumat (22/6/2018). FOTO : FRISKA BIRAHI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Jabatan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku diserahterimakan dari Brigjen Pol Hasanuddin kepada pejabat baru Brigjen Pol Akhmad Wiyagus. Serahterima jabatan dipimpin langsung Kapolda Maluku Irjen Pol Andap Budhi Revianto di ruang utama (Rupatama) Polda Maluku, Jumat (22/6/2018).

Brigjen Pol Hasanuddin yang baru menjabat lima bulan ini dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Bindiklat Lemdiklat berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor : ST/1535/VI/KEP/2018 Tanggal 20 Juni 2018. Hasanuddin digantikan Brigjen Pol Akhmad Wiyagus, Direktur Tipikor Bareskrim Polri. “Serahterima jabatan berlangsung seperti biasa, dipimpin langsung pak Kapolda dan dihadiri para pejabat utama Polda Maluku,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Mohammad Roem Ohoirat.

Usai serahterima jabatan, Kapolda berjabat tangan dengan Brigjen Pol Hasanuddin dan  Wakapolda Maluku yang baru dilantik. Setelah itu, Jumat siang digelar pisah sambut Brigjen Pol Hasanuddin dan Wakapolda Maluku di Rupatama Polda.

Brigjen Pol Hasanuddin, Wakapolda Maluku mendadak dimutasikan setelah beredar rekaman suara dan foto pertemuan Wakapolda dengan jajaran anggota Polri di aula Mapolres Kepulauan Aru, Senin (18/6/2018). Seperti pada rekaman suara yang beredar, suara yang diduga Wakapolda Maluku mengarahkan anggota Polri dan Bhayangkari di Kepulauan Aru memenangkan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Murad Ismail- Barnabas Orno (BAILEO) dalam Pilkada 27 Juni 2018.

Hanya berselang dua hari setelah pengarahan di Mapolres Kepulauan Aru, Wakapolda pun langsung dimutasikan. Ohoirat membantah pergantian itu terkait pertemuan Wakapolda dengan anggota Polri dan Bhayangkari di Mapolres Kepulauan Aru yang mengarahkan dukungan kepada BAILEO.

“Pergantian ini merupakan pertimbangan dari pimpinan untuk kepentingan organisasi. Jadi ini bukan karena kasus kemarin (pertemuan di Polres  Kepulauan Aru) tapi hal biasa di tubuh Polri. Kalau terkait  kasus kemarin kan beliau sendiri. Ini banyak juga yang dimutasikan,” kata Ohoirat kepada wartawan, Kamis (21/6/2018). (ADI)

BACA JUGA :  Gubernur RK di IDC AMSI : Rumus Hidup di Era Disrupsi Digital, Adaptasi Setiap Hari, Paham AI

No More Posts Available.

No more pages to load.