Imunisasi MR, Upaya Pencegahan Dalam Mencapai Eliminasi Campak Dan Pengendalian Rubella di Indonesia, Oleh : Louis Hadiyanto

by
dr. Louis Hadiyanto

SETELAH tahun lalu seluruh provinsi di Pulau Jawa mendapatkan kampanye imunisasi Measles Rubella (MR), Bulan Agustus dan September 2018 menjadi milik provinsi yang berada di luar Pulau Jawa (Sumatra, Kalimantan, Sulawesi,Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua) untuk mendapatkan imunisasi masal Measles Rubella.

Kampanye imunisasi MR merupakan kegiatan imunisasi tambahan yang dilakukan secara masal sebagi upaya untuk memutus transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai < 15 tahun, tanpa mempertimbangkan status imuniasi sebelumnya. Kegiatan Kampanye ini, menjadi proses awal pengenalan vaksin MR ke dalam Program Imuniasi Nasional.

Adanya kegiatan kampanye MR juga menjadi strategi bagi Indonesia yang telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella atau Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2020. Pelaksanaan Imunisasi dilakukan dalam 2 tahap. Tahap 1 pada Bulan Agustus, untuk anak sekolah diselegarakan di sekolah-sekolah, dan tahap 2 pada bulan September dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dengan target anak yang belum atau tidak bersekolah.

Komitmen Indonesia untuk mencapai eliminasi dan pengendalian rubella atau Congenital Rubella Syndrome pada tahun 2020 telah diatur menurut Keputusan Menteri Kesehatan No.HK.01.07/Menkes/45/2017 tentang Pelaksanaan Kampanye dan Introduksi imunisasi MR. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melakukan introduksi imunisasi Measles Rubella kedalam imunisasi rutin. Nantinya jadwal imunisasi rutin setelah introduksi imunisasi MR, akan diberikan pada mereka yang berusia 9 bulan, 18 bulan dan anak kelas 1 SD/MI atau yang sederajat.

Imunisasi MR merupakan salah satu upaya pencegahan yang paling efektif terhadap penyakit campak dan rubella. Measles atau yang lebih dikenal dengan campak adalah suatu penyakit infeksi virus akut, sangat menular yang ditandai dengan 3 stadium , yaitu stadium inkubasi, prodromal dan erupsi. Myxovirus Viridae Measles menjadi penyebab seseorang terserang penyakit campak. Penularannya cukup mudah yakni melalui percikan dahak dan saluran nafas. Virus yang masuk, tumbuh di dalam sel di belakang tenggorokan dan paru.

BACA JUGA :  Peduli Pendidikan, Babinsa Mengajar di SD Kabupaten MBD

Gejala muncul setelah 10-12 hari. Orang yang terinfeksi mengalami demam yang berlangsung 2-4 hari, diikuti dengan batuk pilek , serta mata merah dan berair. Lalu pada kulit pasien muncul ruam atau bercak kemerahan yang berlangsung 5 sampai 6 hari, dimulai dari wajah dan kepala yang kemudian menyebar ke dada, tangan dan kaki. Virus campak dapat ditularkan empat hari sebelum dan sesudah muculnya ruam. Bahaya dari penyakit campak dapat menimbulkan wabah atau kejadian luar biasa, infeksi paru (pneumonia), peradangan otak, diare berat, gizi buruk, dan bahkan kematian.

Rubella pada anak biasanya hanya muncul gejala demam ringan atau bahkan tanpa gejala, sehingga sering tidak terlaporkan. Pada wanita dewasa sering menimbulkan radang sendi (arthritis) dan nyeri sendi (arthralgia). Infeksi Rubella pada wanita hamil terutama trimester 1 dapat mengakibatkan keguguran (abortus) atau bayi lahir dengan Congenital Rubella Syndrome (CRS). Kejadian CRS pada bayi diakibatkan ibu hamil terinfeksi virus rubella, ibu hamil kemudian menulari janin melalui placentanya. Akbitnya janin yang dikandung berisiko tinggi mengalami kelainan telinga, mata , dan jantung.

Selain itu dapat pula terjadi gangguan perkembangan pada sebagian organ tubuh janin (seperti jantung, limpa, dan paru-paru), dan yang paling berbahaya janin dapat meninggal dalam kandungan. Pemberian vaksin sebaiknya ditunda pada anak yang sedang demam, batuk pilek dan diare. Vaksin MR mengandung virus hidup yang sudah dilemahkan. Ditengah maraknya pro dan kontra tentang pemberian imunisasi, Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) menyatakan vaksin Measles Rubella efektif dalam pencegahan penyakit campak dan rubella atau Congeital Rubella Syndrome.

ITAGI juga menargetkan cakupan dalam kampanye imunisasi MR ≥ 95 %. Saat ini, vaksin MR telah mendapatkan rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan sudah digunakan di lebih dari 140 negara untuk eliminasi penyakit campak dan rubella. Surat izin edar vaksin juga delah diberikan oleh BPOM , sehingga vaksin MR yang digunakan untuk imunisasi campak dan rubella efektif dan aman. (dr. Louis Hadiyanto, Dokter Nusantara Sehat, Kementerian Kesehatan di Puskesmas Waer, Maluku Tengah).

No More Posts Available.

No more pages to load.