15 Mahasiswa Asing Belajar Bahasa Indonesia dan Budaya Maluku di Unpatti

by
Sebanyak 15 orang mahasiswa asing dari beberapa negara tengah belajar bahasa Indonesia dan budaya yang ada di Maluku yang berlangsung di Kampus Unpatti Ambon, Senin (3/9/2018). FOTO : ALFIAN (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Sebanyak 15 orang mahasiswa asing dari beberapa negara datang belajar bahasa dan budaya yang ada di Maluku. Para mahasiswa belajar di Kampus Universitas Patimura (Unpatti) Ambon, lewat program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang dimiliki oleh Program Studi Bahasa.

Kepala Pusat Studi Bahasa Unpatti Ambon Maria M Nikijuluw kepada wartawan Senin (3/9/2018) mengatakan, kegiatan mahasiswa asing ini merupakan kali kedua yang dilakukan Program Studi Bahasa.”Mahasiswa asing yang belajar ini terbagi atas dua program yakni the second BIPA Plus dan Darmasiswa RI,” kata Maria.

Untuk Darmasiswa RI, kata dia, itu adalah program pemerintah Indonesia yang diberikan oleh mahasiswa dari berbagai negara. “Untuk Darmasiswa RI ini merupakan mahasiswa asing yang melakukan seleksi penerimaan beasiswa dari Pemerintah Indonesia untuk belajar bahasa,” ujarnya.

Selain belajar Bahasa Indonesia, mahasiswa tersebut juga mempelajari budaya yang ada di Maluku dan Kota Ambon. Sedangkan untuk BIPA Plus, Maria mengatakan mahasiswa tersebut tidak hanya belajar tentang bahasa Indonesia saja, tetapi mereka juga belajar soal muatan lokal yang ada di Maluku.”Tahun ini mereka belajar Bahasa Indonesia dan tambahan materi manajemen ekologi pesisisr,” ujarnya.

Maria menyebutkan, dari 15 mahasiswa asing yang belajar di Unpatti yakni, 10 mahasiswa BIPA plus dan 5 orang mahasiswa dari program Darmasiswa RI.”Seluruhnya ada 15 orang mahasiswa asing, 8 orang dari Jerman, 2 Timur Leste, sedangkan untuk Program Darmasiswa 5 orang mahasiswa berasal dari Amerika, Belanda, Ukraina, Polandia dan Jepang,” katanya.

Menurut Maria, para mahasiswa tersebut akan melakukan proses kuliah selama 10 hari. Setelah itu mereka akan melakukan pengabdian langsung ke masyarakat agar bisa lebih mengenal budaya yang dipelajari.

Diharapkan mahasiswa asing bisa menyesuaikan dengan budaya yang ada di Maluku termasuk kondisi Kampus Unpatti. “Saya berharap universitas dapat melakukan kerjasama secara individual maupun institusi dengan mahasiswa yang sedang belajar di kampus ini agar semuanya berjalan dengan baik,” katanya.(IAN)