Dilema Pengusaha Tahu di Ambon Atas Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

oleh
oleh
Proses pembuatan tahu di Lorong Tahu Mardika Kota Ambon terus mengepul di tengah lemahnya rupiah atas dollar Amerika, Senin (10/9/2018). FOTO : PRISKA BIRAHY (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Harga bahan baku tempe tahu meroket. Lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika berimbas langsung bagi para pengusaha tahu tempe di Kota Ambon. Mereka nyaris merugi bila hal ini berlangsung lama.  Selama ini Kacang Kedelai yang jadi bahan baku utama masih diimpor dari Amerika dan Cina.

Kacang kedelai masih diimpor dari Amerika, Cina dan Argentina sebagai bahan baku tahu dan tempe

Para pengusaha maupun pemasok sangat bergantung dengan kondisi perekonomian. Haji Rahim Suat pengusaha tahu di Lorong Tahu Mardika Kota Ambon mulai merasakan dampaknya. Ongkos produksi tahu yang tinggi tak sebanding dengan keuntungan hasil jual tahu di pasar. “Harga harga naik semua. Sekilo sekarang 470 ribu rupiah,” sebut pengusaha asal Banda Eli ini kepada Terasmaluku.com Senin (10/9/2018) siang.

Saat ditemui di pabrik tahu miliknya, Rahim merinci harga kacang perkarung sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu saat kondisi normal. Kini harganya melonjak naik. Kacang kedelai yang digunakan UD Chandra miliknya adalah yang dari Amerika. Kacang didatangkan langsung dari sana ke Surabaya baru kemudian dipasok oleh pemasok besar ke Ambon.

Tak hanya kacang kedelai yang membuat para pengusaha resah. Rantai distribusinya juga menelan banyak biaya. Seperti harga kontainer yang merangkak naik drastis. Satu kontainer berisi 24 ton kacang. Saat harga normal satu tarif sewa kontainer sekitar Rp 12 juta. “Sakarang su naik jadi lima belas juta rupiah. Belum lai ongkos perjalanan,” katanya.

Hasil bersih yang diperoleh pun tak banyak. Sebab keuntungan kotor biasanya dibagi jadi empat. Seperti biaya bahan baku, kontainer, gaji karyawan dan ongkos kayu bakar. Dalam sehari keuntungan yang diperoleh berkisar Rp 1 juta saat ini dari ribuan potong tahu. Dengan rincian satu karung ukuran 50 kilogram menghasilkan 600 potong tahu.

BACA JUGA :  Isak Tangis Kerabat Iringi Pemakaman Pemain TIMNAS U-16

Sementara saat harga stabil dirinya bisa meraup untung hingga Rp 3 juta. Namun Rahim dan pengusaha lain tak bisa berbuat banyak. Mereka terjebak dalam dilemma. Idealnya saat bahan baku dan ongkos produksi harga pun disesuaikan. Pada kenyataannya pengusaha tahu tempe tak bisa menaikan harga. Ancamannya jualan tak laku. “Kalau mau kasih kecil ukuran juga pasti seng ada yang mau beli,” lanjut dia.

Jika kondisi ini terus bertahan, Rahim dan pengusaha lain bakal mendiskusikan hal itu. Keputusan menaikan harga atau perubahan ukuran harus mendapat kesepakatan bersama para pengusaha tahu. Jila tidak dipastikan bisa merugi banyak. Saat ini harga jual tahu maupun tempe di pasar sama seperti hari biasanya. Satu ember kecil tahu dijual Rp 150 ribu sedangkan ember seharga Rp 200 ribu. (PRISKA BIRAHY)

No More Posts Available.

No more pages to load.