Anggota DPRD Nilai SK Walikota Ambon Soal Duta Medsos Tidak Sesuai

oleh
oleh
Rovik Akbar Afifudin

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Rovik Akbar Afifudin menilai Surat Keputusan (SK) Walikota Ambon terhadap Shafiq Pontoh sebagai duta Media Sosial (Medsos) Kota Ambon harus ditinjau kembali. Sebab menurut Rovik hal tersebut terkesan tidak jelas.

“Pernyataan mereka sangat tidak jelas, masa di SK sebagai duta Medsos, namun tugasnya sebagai bagian Teknologi dan Informasi. Memangnya apa yang bisa dia lakukan untuk Kota Ambon, dengan kemampuannya itu,” kata Rovik kepada wartawan di Ambon Kamis (13/9/2018).

BACA JUGA : Syafiq Pontoh Pun Jadi Duta Medsos Ambon

Politisi PPP ini mengatakan, pemberian SK yang dilakukan oleh Walikota Ambon Richard Louhenapessy tersebut sangat tidak menghargai kelompok masyarakat yang kini memproses pernyataan Shafiq ke pihak kepolisian atas pernyataanya yang menghina pemuda Ambon gagap teknologi atau Gaptek.

“Masyarakat Kota Ambon, sangat terluka dengan pernyataannya. Dan sekarang teman-teman di Jakarta sudah melapor Shafiq Pontoh di Polisi. Kalau persoalan ini masih dilaporkan, terus Pemkot sudah memberikan SK sebagai Duta Medsos kepada Pontoh berarti sangat tidak menghargai proses yang sedang dilakukan oleh teman-teman Ambon lainnya,” ujarnya.

Mengingat SK itu belum ditandatangani oleh Walikota Ambon, kata dia, maka baiknya harus dievaluasi kembali dari Pemkot Ambon terhadap pemberian sebagai duta Medsos Kota Ambon. “Berbagai macam kontroversi atas SK tersebut, maka kami DPRD telah meminta kepada Pemerintah Kota untuk mengevaluasi kembali SK yang diberikan itu,” katanya.

Sementara itu Kabag Hukum Pemkot Ambon, Jhon Slarmanat menjelaskan alasan pemerintah memberikan SK dengan nomor 371 kepada Shafiq, lantaran ia adalah salah satu pakar Medsos yang dipakai Kementerian Informasi Dan Komunikasi (Kominfo) untuk mendesain berbagai aplikasi.

BACA JUGA :  Puncak Perayaan HUT Ke-15 Korem 151/Binaiya, Ini Pesan Danrem

“Sebagai anak daerah tanpa diangkat sebagai duta Medsos kita harus bekerja secara langsung maupun tidak langsung untuk membantu Kota Ambon, lewat IT. Sementara Shafiq ini karena dia bidangnya disitu, maka dengan kekeliruannya, maka harus kita manfaatkan kesediaannya untuk membantu Kota Ambon ini,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, SK tersebut merupakan hukuman bagi Shafiq, untuk mempertanggung jawabkan pernyataannya tersebut. Dalam keputusan itu, Shafiq diangkat tidak ada konsekuensi anggaran dan tidak bekerja memakai anggaran dari APBD Pemkot Ambon.

“Shafiq Pontoh ini sebetulnya sendiri yang secara ikhlas mau menyanggupi menjadi Duta Medsos, agar bisa menjadi tanggungjawab moral baginya atas kekeliruan yang dilakukan dengan pernyataannya beberapa waktu lalu, yang sempat menyinggung perasaan warga Maluku,”jelasnya. (IAN)

No More Posts Available.

No more pages to load.